Surabaya (beritajatim.com) – Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menyampaikan pentingnya vaksinasi bagi kelompok rentan terhadap penularan Covid-19, yakni lansia.
“Kami sampaikan jangan sampai lansia merasa aman, karena mereka sudah tidak memiliki mobilitas tinggi sehingga tidak perlu divaksin. Vaksinasi merupakan ikhtiar untuk proteksi bersama utamanya di rumah,” katanya pada ‘Launching Buku Peduli Covid-19’ yang diselenggarakan oleh Satgas NU Peduli Covid-19 Malang Raya secara daring.
Pemprov Jatim terus digenjot serbuan vaksin bagi lansia hal itu menyesuaikan Instruksi Mendagri nomor 47 tahun 2021 yang memuat syarat capaian vaksinasi lansia suatu daerah. “Kita tahu bahwa Instruksi Mendagri mensyaratkan daerah yang ingin PPKM-nya turun level dari tiga menjadi dua, harus memiliki minimal 40 persen vaksinasi lansia. Angka ini sangat sulit dicapai karena masih banyak daerah di Jawa Timur masih single digit capaian vaksinasi lansianya, artinya di bawah 10 persen,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
Emil mengajak keluarga terdekat mulai dari anak sampai cucu untuk mengingatkan terkait vaksinasi ini. “Bahkan beberapa kali kami terpaksa mengeluarkan pernyataan tegas seperti lansia akan lebih aman, ketika tidak berada di satu atap dengan anak cucu selama belum divaksin,” ungkapnya.
“Kalau sayang dengan orang tua, kakek dan nenek maka ajak mereka untuk vaksin. Yang lebih muda ini berpotensi menjadi carrier, sehingga ketika berkunjung ke rumah ortu atau eyang, maka pastikan diri masing-masing sudah divaksin juga,” lanjutnya
Mendukung pernyataan Wagub Jatim terkait vaksinasi, Ketua PB IDI Dr Daeng M Faqih menyampaikan bahwa pencegahan sekunder infeksi Covid-19 ini adalah vaksinasi.
“Buku yang ditulis oleh Dr Syifa dan semangat dari kawan-kawan Nahdliyyin ini penting karena memuat penjelasan obat spesifik untuk membunuh virus ini belum ditemukan hingga membahas langkah pencegahan infeksi Covid-19. Kalau secara medis ada dua yaitu pencegahan primer yaitu prokes dan pencegahan sekunder dengan vaksinasi, sehingga dua langkah pencegahan ini penting sekali untuk kita kampanyekan,” jelas Ketua PB IDI.
Mantan Bupati Trenggalek ini mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh semua pihak dalam mendorong tercapainya target vaksinasi, salah satunya yang dilakukan oleh Satgas NU Peduli Covid-19 Malang Raya.
“Tentunya keberadaan buku ini menjadi strategis karena vaksin kita banyak PR-nya. Jadi, kita berharap buku ini akan memberikan suatu pendekatan yang berbeda karena buku ini ditulis oleh keluarga besar Nahdliyyin dan harapan kita bisa menggaungkan isi buku ini ke masyarakat di sekitar kita,” pungkasnya. (tok/kun)






