Ponorogo (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Ponorogo berusaha mengurai permasalahan yang terjadi di masyarakat Bumi Reog. Upaya yang dilakukan oleh salah satu organisasi perempuan tertua itu supaya bisa mencerahkan peradaban bangsa ini.
Bukti nyata penguraian masalah itu, yakni dengan dijadikan pembahasan dalam musyawarah daerah (Musyda) ke-11 Aisyiyah Ponorogo yang digelar 25-26 Februari 2023 di Exspotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).
“Isu-isu yang strategis yang akan kita bahas cukup banyak. Sedikitnya ada 9 isu yang kita bahas dalam Musyda ke-11 Aisyah Ponorogo,” kata Ketua PDA Ponorogo Titi Listyorini, Sabtu (25/2/2023).
Di bidang kesehatan, salah satu yang akan diangkat adalah pencegahan anak stunting sedini mungkin. Pencegahan stunting pada pertumbuhan anak ini, menjadi concern yang penting.
Sebab, untuk mencerahkan peradaban bangsa, generasi yang dilahirkan harus sehat sejak Ia masih dalam kandungan. Selain itu, tidak hanya konsentrasi kepada anaknya, tidak lupa Aisyiyah juga memperhatikan ibu yang akan melahirkan kelak.
BACA JUGA: Kabar Baik bagi Ponorogo, Jalan MT Haryono Bakal Dilebarkan
“Sesuai dengan tema Musyda ke-11 Aisyiyah, yakni Perempuan Berkemajuan, Mencerahkan Peradaban Bangsa. Maka dari itu, masalah atau isu strategis terkait dengan kesehatan dan pendidikan bakal dibahas serius dalam Musyda kali ini,” katanya.
Untuk pencegahan stunting ini, sebenarnya Aisyiyah Ponorogo sudah mengupayakan pencegahan sudah lama. Kali ini dibahas, karena ingin mempertegas untuk benar-benar fokus ke permasalahan yang menyerang pertumbuhan balita tersebut. Bu Lis sapaan Titi Listyorini mengaku selama ini Aisyiyah Ponorogo punya kader untuk upaya pencegahan stunting.
“Untuk sumber daya manusia (SDM), kita sudah punya kader yang tersebar di penjuru wilayah Ponorogo,” katanya.
BACA JUGA: 146 Abdi Negara di Ponorogo Dapat SK PNS, Gaji Sudah 100 Persen
Kader-kader Aisyiyah ini sudah dilakukan pembinaan, untuk melakukan pengamatan dan pendampingan kalau ada stunting di dekat tempat tinggalnya. Dia mencontohkan, untuk mencegah agar kelahiran bayi tidak stunting, kader ini mengawal ibu-ibu yang sedang hamil, untuk memeriksakan kehamilannya.
“Apabila ada ciri-ciri atau kondisi yang kemungkinan besar terjadi stunting, untuk mencegahnya sedari awal,” ungkapnya.
Pencegahannya bisa lewat mengonsumsi makanan yang bergizi. Kalau sudah yang terlanjur stunting, kader Aisyiyah harus memberi motivasi kepada sang ibu untuk memberikan makanan pendamping yang lebih baik gizinya. Selain itu, juga mendorong ibu untuk memberikan ASI ekslusif.
“Diharapkan sebelum berumur 2 tahun, bisa ditangani dengan baik. Dilakukan pendampingan dan pemberian makanan yang sehat,” pungkasnya. [end/beq]






