Bojonegoro (beritajatim.com) – Selama bertahun-tahun, musim kemarau datang tanpa menghadirkan harapan di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kita membayangkan Dolokgede seperti desa dalam cerita The Well (Sumur) karya Eka Kurniawan yang masuk dalam antologi ‘Tales of Two Planets: Stories of Climate Change and Inequality in a Divided World’ yang disunting John Freeman.
“Di tahun-tahun belakangan mereka melihat mata air lebih sering menjadi hamparan lumpur. Hujan jarang datang dan kemarau memanjang hingga sebelas bulan dalam satu tahun,” Eka menuliskan kekeringan dengan liris.
Kekurangan air bersih adalah cerita yang berulang setiap tahun di Dolokgede. Tak semua warga kebagian air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Ada kurang lebih seratus rumah di beberapa lingkungan rukun tetangga yang kekurangan air. Mereka berharap dari bantuan Perusahaan Daerah Air Minum Bojonegoro yang rutin memasok air bersih setiap tahun, saat kemarau tiba.
“Akhirnya kami mengusulkan program air bersih ke PT Pertamina EP Cepu beberapa tahun lalu, dan terealisasi pada akhir tahun 2020,” kata Kepala Desa Dolokgede Nunuk Sri Rahayu. Pertamina mendirikan tandon yang menampung aliran air bersih dari sumur bor untuk rumah warga yang membutuhkan.
“Kami mewujudkan tersedianya fasilitas pemenuhan kebutuhan air bersih melalui proses geolistrik, pengeboran, pembuatan tendon, dan distribusi air ke rumah tangga dengan pipanisasi secara permanen,” kata Edy Purnomo, JTB Site Office & PGA Manager PT Pertamina EP Cepu.
Program air bersih ini dilakukan bersama Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos). Mereka membantu pembentukan tata kelola lembaga pengelola air bersih dengan partisipasi aktif masyarat. Semua proses perencanaan dan pembuatan keputusan pengadaan fasilitas air bersih dan sanitasi dilakukan melalui dorum bersama.
Direktur Ademos Kundhori mengatakan, pihaknya mendampingi program ini mulai dari proses koordinasi dengan semua pihak, rembuk desa dan sosialisasi. “Termasuk embentukan kepengurusan, pelatihan kelembagaan dan pelatihan teknis pengelolaan Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum), pembangunan fisik fasilitas air bersih, sampai serah terima program,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pertamina”]
Air bersih penting karena merupakan salah satu dari sanitasi dasar dalam Millenium Development Goals (MDG’s) yang ingin dicapai pemerintah. “Berdasarkan evaluasi pelaksanaan MDG’s sampai 2015, dari delapan goals, 18 target, dan 67 indikator, terdapat 18 indikator yang belum tercapai di antaranya adalah air minum pedesaan,” kata Edy.
Selain itu, lanjut Edi, program penyediaan fasilitas air bersih merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan pokok dan hak dasar manusia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Ini bentuk komitmen untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat di sekitar area operasi Project JTB 1. [wir/but]






