Jakarta (beritajatim.com) – Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mensyaratkan jemaah bebas Covid-19. Sehingga sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes PCR.
Para jemaah yang hasil PCR-nya positif harus mengalami penundaan keberangkatan. Mereka harus menjalani isolasi sampai dinyatakan negatif Covid-19.
Karena itu, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Setjen Kemenag, Akhmad Fauzin, mengingatkan agar jemaah haji menjaga kondisi diri. Meski angka kasus Covid-19 terus menurun, situasi saat ini belum sepenuhnya aman sehingga tetap perlu waspada.
“Kami sangat berharap seluruh jemaah, baik yang telah berangkat dan yang akan berangkat, serta masyarakat pada umumnya, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara baik,” ujar Fauzin, Senin (6/6/2022).
Dia berpesan agar para jemaah untuk istirahat yang cukup. Selain itu, mengonsumsi air putih sebelum merasa haus.
“Memakai masker ketika berkumpul di ruangan dan istirahat yang cukup,” kata Fauzin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Haji-2022″]
Penyelenggaraan ibadah haji kini telah memasuki hari ke-3 fase keberangkatan jemaah. Sejak Sabtu (4/6/2022), ada 5.920 jemaah sekaligus petugas yang diberangkatkan ke Saudi dan tergabung dalam 15 kelompok terbang.
Khusus untuk hari ini, sebanyak 2.046 jemaah dan petugas akan terbang menuju Madinah. “Mereka tergabung dalam lima kloter dan akan berangkat dari empat embarkasi,” ucap Fauzin.
Lima embarkasi yang dijadwalkan berangkat hari ini sebagai berikut:
1. Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) sebanyak 1 kloter (393 orang);
2. Embarkasi Padang (PDG) sebanyak 1 kloter (393 orang).
3. Embarkasi Solo (SOC) sebanyak 1 kloter (360 orang);
4. Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 2 kloter (masing-masing 450 orang). (beq/kemenag)






