Surabaya (beritajatim.com)– Film Agak Laen besutan sutradara Muhadkly Acho dan Arie Kriting tembus 5 juta lebih penonton selama masa penayangan hingga Sabtu (17/2/2024). Film genre komedi ini masuk dalam 10 besar film terlaris se Indonesia selama beberapa dekade ini.
Melansir dari akun Instagram @ernestprakasa Ernest menargetkan film ini akan ditonton hingga 7 juta penonton.
“Hingga hari ke 17 tayang di bioskop udah ditonton 5.646.304 penonton. Pasukan sudah siap bikin para ketua dan komandan jadi manusia silver. Gas terus pasukan bikin 7 juta!,” celoteh Ernest dalam akun Instagrammnya.
Sementara Imajinari selaku studio produksi film komedi itu melaporkan capaian itu memperkokoh posisi Agak Laen sebagai film 2024 terlaris sejauh ini. Film yang diproduseru Ernest Prakasa dan Dipa Andika itu semakin jauh melampaui Ancika: Dia yang Bersamaku 1995.
Sebab, Ancika berhenti di angka 1,2 juta penonton sejak tayang pada 11 Januari 2024 hingga beberapa minggu kemudian.
Perolehan 5 juta penonton juga membuat Agak Laen semakin melejit dalam ranking film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Setelah masuk 10 besar, film komedi itu kini berada di peringkat ketujuh. Agak Laen sanggup menggeser Sewu Dino (2024), Laskar Pelangi (2008), dan Habibie & Ainun (2012) yang sebelumnya mengisi peringkat 7 hingga 10.
Agak Laen mengisahkan Bene (Bene Dion), Boris (Boris Bokir), Jegel (Indra Jegel), dan Oki (Oki Rengga) yang merupakan 4 sekawan yang telah berteman sejak lama.
Mereka mengelola rumah hantu di sebuah pasar malam, termasuk menjadi hantu di wahana itu.
Bisnis mereka semula gagal karena pengunjung tak merasakan adrenalin atau ketakutan saat masuk rumah hantu. Mereka lantas merenovasi wahana itu supaya semakin menyeramkan.
Namun, setelah direnovasi, rumah hantu itu justru menelan nyawa. Empat sekawan tersebut lantas bersekongkol menyembunyikan kematian salah satu caleg yang ingin bersembunyi saat hampir ketahuan selingkuh di Arena Pasar Malam. Namun mereka meraup untung besar meski harus dihantui arwah gentayangan.
Namun sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, apa yang disembunyikan 4 sekawan ini tercium oleh aparat. Kemudian mereka dipenjara bersama sama. Selepas dari penjara masing masing orang akan mewujudkan mimpi yang sempat tertunda.
Film yang dikemas dalam sebuah komedi ini sarat akan pesan moral seperti jangan menyimpan kebohongan, kejujuran adalah hal utama serta perjuangan mempertahankan sebuah persahabatan. [aje]






