Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 1.000 anak yatim dari semua kecamatan di bumi reog berkumpul di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo. Seribu anak yatim tersebut mendapatkan santunan dari Baznas Jawa Timur (Jatim). Santunan untuk anak yatim itu diserahkan langsung oleh Gubernur Provinsi Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Penyerahan santunan kepada 1.000 anak yatim ini, berupa perlengkapan sekolah dan uang tunai. Penyerahan santunan diserahkan secara simbolis kepada 50 anak yatim. Diserahkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dilanjut oleh Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Lisdyarita, Ketua Baznas Jatim M. Roziqi, Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Hirta Juni Andriansah, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Miseri Effendi dan Ketua Baznas Ponorogo Kholid Ali Husni.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/khofifah-bertemu-sekjen-gerindra-bahas-pilpres-2024/
Gubernur Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada anak-anak untuk selalu khusyuk. Khusyuk bukan hanya dalam hal shalat, namun juga khusyuk dalam belajar dan berdoa. Tidak hanya khatam Al-Qur’an, namun juga menerapkan isi dalam Al-Qur’an. “Sinau seng jangkep, ngajine yo sing jangkep. Mudah-mudahan nggeh khatam dan saget nglampahi isine Al-Qur’an,” ungkap Khofifah dalam sambutannya, Senin (03/04/2023).
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko bersyukur dalam sebulan terakhir, Gubernur Khofifah Indar Parawansa sudah berkunjung ke Kabupaten Ponorogo sebanyak 3 kali. Ia tahu bahwa dari Ponorogo-lah untuk membangun peradaban. Dia berharap, anak-anak yang diberi santunan selalu gembira. Mendoakan Bu Gubernur supaya selalu sehat, sehingga membangun Jatim menjadi hebat.
“Saya harap Bu Gubernur bermalam di Ponorogo, sehingga besok pagi bisa mengunjungi pasar-pasar,” kata Kang Giri sapaan karib Sugiri Sancoko.
Ketua Baznas Jatim Muhammad Roziqi mengungkapkan bahwa santunan anak yatim ini merupakan safari Ramadhan Baznas dengan Gubernur Jatim. Kabupaten Ponorogo merupakan safari Ramadhan keempat, setelah yang pertama di Kabupaten Gresik juga menyantuni 1.000 anak yatim. Setelah itu kemudian Kabupaten Tuban dengan menyantuni 2.000 anak yatim dan ketiga Kabupaten Sumenep dengan 500 anak yatim. “Semoga acara ini berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan anak-anak mendoakan Jatim maju, aman dan tentram,” pungkasnya. (ADV/end)






