Probolinggo (beritajatim.com) – Kecelakaan adu banteng yang melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya masuk Desa Gending, tepat di depan PT Sasa Inti, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 16.50 WIB. Peristiwa ini sempat menggegerkan pengguna jalan karena kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama Pramundito, mengatakan kecelakaan bermula ketika truk boks Isuzu bernopol B-9107-CXT, dikemudikan Debby Kurniawan (28), warga Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, melaju dari arah barat menuju timur. Saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi diduga berusaha mendahului kendaraan lain dari sisi kiri.
“Setelah mendahului, pengemudi langsung berpindah jalur ke kanan tanpa mengantisipasi arus kendaraan di depannya. Pada saat itu dari arah berlawanan ada truk Fuso yang sudah sangat dekat,” jelasnya.
Di sisi lain, truk Fuso bernopol L-8669-UN yang dikemudikan Samsul Hadi (40), warga Kota Mataram, datang dari arah timur menuju barat. Karena jarak kedua kendaraan terlalu dekat, tabrakan frontal tak terhindarkan. Benturan keras membuat bagian depan kedua truk ringsek dan sempat menutup sebagian badan jalan.
Akibat kecelakaan itu, Debby Kurniawan mengalami luka ringan. Ia langsung dievakuasi ke Puskesmas Gending untuk mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sementara itu, sopir truk Fuso dilaporkan tidak mengalami luka serius.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama mengingat kondisi bagian depan kedua truk yang saling menempel akibat benturan.
Aditya menegaskan pentingnya kehati-hatian pengemudi, terutama pada jalur padat kendaraan seperti kawasan industri Gending.
“Kami mengimbau seluruh pengendara, khususnya kendaraan besar, agar selalu memperhatikan situasi lalu lintas dan mematuhi aturan berkendara. Kesalahan kecil seperti salah mendahului bisa memicu kecelakaan serius,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Probolinggo untuk memastikan faktor penyebab secara detail, termasuk kemungkinan kelalaian pengemudi atau kondisi teknis kendaraan. [ada/aje]






