Surabaya (beritajatim.com) – Dua dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melakukan penelitian dengan mengupas bagaimana media lokal seperti beritajatim.com, yang berlokasi di Jl Kutisari 2A, Surabaya, mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam operasional keredaksian.
Rossalyn Asmarantika dan Veronika Kaban, dosen program studi Digital Journalism UMN, memimpin riset ini. Mereka menyatakan bahwa penelitian ini mencakup media online dan radio, baik skala nasional maupun lokal.
Menurut peneliti, salah satu alasan mereka memilih beritajatim.com karena salah satu media siber yang mengadopsi AI dalam newsroom-nya.
Redaktur Pelaksana beritajatim.com, Teddy Ardianto Hendrawan, mengaku jika awalnya penggunaan AI ini tidak diperkenankan, terlebih untuk reporter di lapangan yang berfokus pada berita hukum dan kriminal, lantaran membutuhkan data spesifik seperti alamat hingga rangkaian kronologi kejadian pada peristiwa tertentu.
Namun, dalam newsroom, ada beberapa tools AI yang kini kerap digunakan para redaktur hingga reporter untuk mempermudah proses produksi berita.
“Saat ini kita menggunakan AI, seperti Chat GPT, OpenAI, Gemini, Bing, dan lainnya” ujarnya, Kamis (21/11/2024) di ruang redaksi beritajatim.com.#

Ahmad Baiquni, selaku Redaktur beritajatim.com, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI di beritajatim.com sendiri dimulai pada awal 2023 lalu. Salah satu kegunaannya ialah untuk mempercepat proses penyuntingan naskah.
“Dulu editing manual bisa memakan waktu hingga satu jam, sekarang dengan AI hanya butuh beberapa menit,” ujarnya.
AI juga digunakan untuk menyaring dan merapikan sejumlah press release yang masuk setiap harinya. Proses ini memungkinkan tim redaksi lebih fokus pada konten yang relevan dan berkualitas.
Baiquni, sapaan Ahmad Baiquni, juga menjelaskan bahwa keberadaan AI hanyalah sebagai alat bantu atau tools semata.
“Intinya AI ini hanyalah alat bantu atau tools, kita tetap menggunakan kaidah-kaidah dan tradisi journalisme konvensional yang memegang kode etik dan bisa dipertanggungjawabkan,” terangnya.
Meskipun AI sangat membantu, penerapannya masih memiliki tantangan. Baiquni, menyatakan bahwa awal penerapan AI sempat membuat editor merasa jengkel karena hasilnya belum sesuai harapan.
Hendro D. Laksono, selaku Manager Information Technology (IT), turut menjelaskan terkait penggunaan AI di dapur keredaksian beritajatim.com. Di mana media yang berfokus pada media dengan pemberitaan di wilayah Jawa Timur ini masih dalam masa transisi.
“(Saat penggunaan AI) kami harus memberikan keterangan, misal foto pakai AI, ya kita tentu memberi keterangan bahwa ini ilustrasi dan dibuat oleh AI,” jelasnya.
“Contohnya dalam penulisan artikel tips kesehatan, kita berikan keterangan jika mungkin ada hal-hal yang bukan pernyataan langsung dari dokter, sehingga di setiap akhir paragraf kita arahkan agar pembaca tetap melakukan konsultasi pada orang yang profesional dalam bidangnya,” imbuh Hendro.
Adopsi AI di ruang redaksi seperti beritajatim.com menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu efisiensi kerja tanpa mengesampingkan prinsip jurnalistik. Dengan pendekatan yang hati-hati dan kerja sama berbagai pihak, AI diharapkan menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas pemberitaan di media lokal maupun nasional. (fyi/ian)






