Malang (beritajatim.com) – Tim Gresik Putra (Gestra Paranane FA) mencuatkan isu dugaan pengaturan skor di Grup B Liga 3 Zona Jawa Timur. Isu indikasi pengaturan skor menyeret peserta lain di grup ini, yakni NZR Sumbersari.
Media Officer NZR Sumbersari Dani Kristian memastikan, timnya tidak terlibat dalam tudingan pengaturan skor yang mencuat. Mereka menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur.
“Kami tidak pernah terlibat dalam pengaturan skor, yang jelas isu ini merugikan tim. Kami sayangkan sampai membawa nama NZR Sumbersari. Kami siap membantu jika dibutuhkan, karena kami mendukung pemberantasan pengaturan skor. Dalam rilis yang tersebar juga tidak dijelaskan siapa yang memberikan imbalan,” kata Dani, Selasa, (16/11/2021).
Sebelumnya, Gestra Paranane FA resmi memecat dua pemain dan satu ofisial, karena terindikasi terlibat pengaturan skor. Kedua pemain adalah AC, HPS, dan DGR ofisial tim yang menjabat sebagai Kitman. Manajemen memecat ketiganya, karena terbukti melakukan pertemuan dengan sejumlah orang yang menawarkan kerjasama untuk mengatur skor pertandingan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-3″]
Manajer tim Gestra Paranane, Bagyo Sulaksono mengungkapkan Gestra Paranane sebelumnya diminta untuk mengalah menjelang pertandingan melawan NZR Sumbersari. Iming-iming untuk mengalah atas NZR Sumbersari itu tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp100 juta namun tawaran itu ditolak oleh manajemen Gestra Paranane.
“Kasus pengaturan skor melawan NZR Sumbersari juga sudah kita laporkan. Bukti-bukti sudah kita serahkan, dan sekarang sedang dalam penyelidikan komdis Asprov PSSI,” tandas Bagyo. [luc/but]






