Magetan (beritajatim.com) – Suasana duka masih menyelimuti rumah yang terletak di Dukuh Mandiro, RT 05 RW 04, Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). Sejumlah pelayat masih datang di rumah orang tua Munif Latiful Ihsan (18) salah satu Aremania yang jadi korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022).
Pun, Mujiono, ayah Ihsan, sapaan akrab Munif Latiful Ihsan, terlihat pasrah. Pria 48 tahun itu sudah mengikhlaskan kepergian putra pertamanya. Keinginan untuk menuntut memang ada namun dia tak tahu harus menuntut siapa. Lantaran, di dada sang putra terdapat tiga luka memar.
“Sebagai orang tua saya sudah ikhlas dengan kepergian anak saya. Mungkin takdirnya memang begini. Namun, memang benar ada bekas luka memar di dada kiri anak saya. Ada yang memanjang ke bawah ada yang memanjang ke kiri dan bintik hitamnya,” kata Mujiono saat ditemui di kediamannya, Senin (3/10/2022).
Dia hanya tak menyangka putranya meregang nyawa usai pamit menonton sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang. Putranya pamit baik-baik, Mujiono pun menyaksikan anaknya berangkat menggunakan Elf dan berangkat bersama rekan-rekannya.
“Sejak kecil memang suka sepak bola. Sering main di lapangan dan main futsal. Baru dua kali ini nonton langsung di Malang, sebelumnya saat masih sekolah saya gak pernah kasih ijin nonton di luar kota,” lanjut ASN yang berdinas di DPUPR Magetan itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
Mujiono tak tahu dia harus menuntut ke siapa. Toh, kalau dituntut nyawa putranya yang merupakan alumni SMK Yosonegoro Magetan itu tak akan kembali. Namun, dia tetap menginginkan Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.
“Saya tahu bisa dituntut tapi tidak tahu harus menuntut ke mana. Sejauh ini belum ada pihak Pemprov ataupun Arema yang datang ke sini. Mungkin masih banyak hal yang harus diurus. Kemarin, Bupati Suprawoto, Kapolres Magetan, dan Kepala DPUPR yang kemari untuk melayat,” kata Mujiono.
Terakhir, dia mendapat pesan dari rekan sesama Aremania Magetan agar menyimpan surat keterangan dari rumah sakit tempat Ihsan ditemukan meninggal. “Katanya harus disimpan kalau ada apa-apa bisa nanti ditunjukkan,” pungkasnya. [fiq/but]






