Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah pengumuman hasil Computer Assisted Test (CAT) beberapa hari lalu, puluhan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Ponorogo dinyatakan kosong. Kekosongan terjadi pada formasi PPPK Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Tenaga Teknis pada perekrutan tahun 2023 ini.
Data dari Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, dari total 447 formasi tenaga nakes yang dibuka, 15 di antaranya belum terisi. Sementara pada formasi tenaga teknis ada 27 dari 214 formasi yang dinyatakan kosong. “Ada puluhan formasi yang kosong untuk PPPK nakes dan tenaga teknis,” kata Kepala BKPSDM Ponorogo, Andi Susetyo, Selasa (19/12/2023).
Andy menjelaskan menjelaskan kekosongan di formasi nakes dengan total 15 itu, rinciannya ada 7 formasi dokter spesialis yang tidak memiliki pendaftar dan 8 formasi yang gugur pada tes administrasi sebelumnya. “Kita akan melaporkan kekosongan ini kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan rekomendasi. Dengan harapan, pada seleksi berikutnya, formasi yang masih kosong dapat diisi kembali,” ujar Andi.
Sementara untuk formasi tenaga teknis, dari 214 formasi yang dibuka, 27 di antaranya masih kosong. Penyebabnya termasuk 5 formasi tanpa pendaftar, dan 17 formasi yang tidak lolos administrasi, serta alasan lainnya yang menyebabkan kekosongan ini.
“Untuk formasi tenaga teknis ada beberapa alasan yang menyebabkan kekosongan. Mulai dari tanpa pendaftar, tidak lolos administrasi, hingga tidak hadir saat tes CAT dan tidak lolos passinggrade,” katanya.
Setelah tahapan ini, kata Andy dilakukan pengisian Daftar Riwayat Hidup Nomor Induk (DRH NI) PPPK pada tanggal 16 Desember hingga 14 Januari 2024. Setelah itu baru proses menentukan pengisian formasi yang masih kosong tersebut. Dia berharap kekosongan ini dapat segera teratasi dan tenaga yang dibutuhkan dapat segera tersedia.(end/kun)






