Malang (beritajatim.com) – Arema FC mendapat 3 opsi stadion untuk Liga 1 musim 2024-2025. Ketiga stadion itu adalah Stadion Soepriadi Blitar, Stadion Jember Sport Garden dan Stadion Bumi Wali, Tuban.
Dari 3 stadion itu, yang paling menjadi prioritas adalah Stadion Soepriadi. Sebab, jarak Malang dan Blitar cukup dekat ketimbang Jember dan Tuban. Dari segi manajemen resiko, Stadion Soepriadi lebih representatif karena pernah menyelenggarakan pertandingan Liga 2.
“Sekali lagi pernah kita sampaikan bahwa kita mendapat rekomendasi tiga stadion, stadion Soepriadi, Stadion Tuban dan Stadion Jember. Untuk Jember dan Tuban memang sudah ada assessment tapi belum dapat pengalaman untuk menggelar liga 1 atau Liga 2. Tapi kalau untuk di Blitar level kompetisi sudah pernah digelar di stadion itu. Termasuk Liga 2 laga usiran Deltras Sidoarjo (musim lalu),” ujar Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, Jumat, (28/6/2024).
Musim lalu Arema FC menghabiskan pertandingan kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Musim ini Arema FC masih berjuang bisa berkandang di Blitar karena tak ingin lagi berkandang di luar Jawa Timur.
“Kita optimis bisa melakukan itu. Daripada kita bertanding di luar Jawa Timur. Kita harapannya bermain sore hari kalau pun harus bermain malam mungkin tidak dominan malam hari saja,” ujar Sudarmaji.
Informasi yang diterima Arema FC, proses renovasi Stadion Kanjuruhan, Malang akan rampung pada November 2024 saat Liga 1 sudah memasuki putaran kedua. Sehingga Arema FC hanya akan berkandang di Stadion Soepriadi untuk putaran pertama saja.
“Kita asumsikan antara 6 sampai 7 home (laga kandang). Karena selebihnya kita ingin di Stadion Kanjuruhan. Karena Stadion Kanjuruhan kita juga sudah bertemu dengan pimpinan proyek Waskita Karya dan kita berterima kasih mereka merespon apa yang menjadi harapan Arema. Bahwa November stadion sudah selesai pembangunan gambaran kita November itu sudah masuk di putaran kedua,” ujar Sudarmaji. (luc/ian)






