Surabaya (beritajatim.com) – Kepopuleran aplikasi TikTok, sebagai platform musik dan video ternyata membuahkan beberapa peraturan larangan bagi mahasiswa. Mengapa bisa demikian?
Melansir New York Times, Universitas negeri di seluruh negara bagian AS telah melarang mahasiswanya menggunakan TikTok dalam beberapa bulan terakhir.
Menyusul larangan ini, pada Sabtu, 21 Januari 2023, dikabarkan dua perguruan tinggi terbesar di negara tersebut juga memutuskan untuk mengikuti peraturan.
University of Texas dan Texas A&M University adalah dua perguruan tinggi terbaru yang mengambil tindakan terhadap aplikasi sosial, yang dimiliki oleh perusahaan induk ByteDance yang berbasis di Beijing, Tiongkok.
Dilarang Karena Faktor Keamanan
Larangan menggunakan TikTok bagi mahasiswa di kampus baru-baru ini terinspirasi oleh perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh sejumlah gubernur negara bagian AS.
Universitas negeri di Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Idaho, Iowa, Oklahoma, South Dakota dan sekarang Texas telah mengambil tindakan untuk membatasi akses ke aplikasi ini. Mereka memblokir aplikasi TikTok dari jaringan Wi-Fi kampus dan perangkat milik sekolah.
Awal mulanya, Gubernur Texas, Greg Abbott memerintahkan lembaga negara bagian Texas untuk melarang aplikasi tersebut dari perangkat pemerintah pada awal Desember. Karena masalah privasi dan keamanan yang dicurigai karena berasal dari kepemilikan TikTok di Tiongkok.
Melansir Texas Tribune, yang diakses beritajatim pada Sabtu, 21 Januari, Penasihat Presiden untuk Strategi Teknologi Universitas Texas Jeff Neyland Memberikan pernyataan, “Universitas mengambil langkah-langkah penting ini untuk menghilangkan risiko terhadap informasi yang terkandung dalam jaringan universitas dan infrastruktur penting kami.”
Jeff Neyland juga mengatakan tentang pematuhan arahan dari gubernur Texas, mengenai TikTok yang mengumpulkan sejumlah besar data dari perangkat penggunanya. Data ini termasuk kapan, di mana, dan bagaimana pengguna melakukan aktivitas internet. Serta disinyalir data sensitif tersebut disalurkan kepada pemerintah Tiongkok.
Sementara itu, juru bicara A&M Texas mengonfirmasi bahwa siswa, fakultas, staf, dan pengunjung tidak akan dapat menggunakan aplikasi TikTok saat terhubung ke jaringan A&M.
Pemerintah Amerika Menaruh Perhatian pada Penggunaan Aplikasi TikTok
Pada awal tahun 2023, reputasi TikTok tetap berada dalam keadaan yang aneh dan kontradiktif di Amerika Serikat. Bukan hanya TikTok, aplikasi yang secara teratur menduduki puncak tangga lagu AS juga berada di bawah pengawasan ketat di tingkat federal dan negara bagian.
Administrator perwakilan presiden Biden, mengatakan bahwa AS melarang TikTok digunakan dalam perangkat pemerintahan melalui RUU yang ditandatangani pada akhir Desember.
Direktur FBI, Christopher Wray, ‘mengibarkan bendera merah’ atas dugaan kemampuan TikTok untuk mengumpulkan data tentang penggunanya dan potensinya untuk menyebarkan operasi pengaruh negara kepada Tiongkok pada waktu yang bersamaan.
Kekhawatiran pemerintahan Biden tentang kepemilikan TikTok di China sendiri merupakan perpanjangan dari kekhawatiran yang mengakar di pemerintah AS selama era Trump. Melansir Reuters, Trump sempat berusaha memaksa ByteDance untuk menjual aplikasi TikTok di AS kepada pemilik baru, meskipun upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya itu gagal seiring waktu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”viral”]
Kepopuleran TikTok Tetap Tidak Terpengaruh
Meskipun pemerintah AS menaruh perhatian lebih, serta larangan universitas negara bagian AS sepertinya tidak akan berdampak banyak pada popularitas aplikasi ini.
Mahasiswa dapat dengan mudah beralih ke paket data seluler mereka sendiri untuk mengatasi larangan tingkat jaringan di kampus. Meskipun staf kampus akan lebih sulit mengatasi hal ini karena peraturan yang lebih mengikat.
Bagaimana pun, terkait keamanan pengguna aplikasi, pemerintah AS juga telah lama dicurigai menjalankan operasi pengaruh terselubungnya sendiri di aplikasi media sosial, seperti Twitter. Meskipun buktinya hingga saat ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi asal AS tidak memfasilitasi dugaan tersebut, yang bertentangan dengan kebijakan platform. (kai/ian)





