Pamekasan (beritajatim.com) – Achsanul Qosasi, merupakan nama dan sosok familiar di kalangan masyarakat Madura, khususnya para suporter dan pecinta Laskar Sape Kerrab, Madura United FC.
Selain dikenal sebagai sebagai salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Periode 2014/2019, ia juga menempati jabatan yang sama untuk periode kedua dan masih menjabat hingga saat ini.
Sebelum menempati jabatan tersebut, pria yang akrab disapa AQ juga sempat menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Ia tercatat sebagai seorang legislator senayan mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) XI Madura, sekaligus tanah kelahiran.
Sejatinya pria kelahiran Sumenep, 10 Januari 1966 terjun ke dunia politik sejak lama. Sekalipun pada saat itu ia tidak dikenal sebagai seorang politisi melainkan sebagai sosok profesional, tepatnya sebagai Bendahara Partai Bintang Reformasi (PBR) era Almarhum KH Zainuddin MZ.
Pada masa itu, AQ memang sempat mengakui jika dirinya tidak terlibat dalam politik praktis (tidak aktif). Status strukrural kala itu juga hanya sebatas mengurus pengelolaan keuangan partai, apalagi pada saat itu ia juga lebih dikenal sebagai seorang profesional di bidang bankir yang memang digelutinya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”achsanul-qosasi”]
Bahkan hampir separuh karir AQ memang lebih banyak dihabiskan di dunia perbankan dan finansial, di mana latar belakang karir profesional itu pula yang dapat mendongkrak kemampuannya di pentas politik khususnya saat menjabat sebagai legislator senayan sejak 2009 silam.
Memang saat mencalonkan diri sebagai anggota dewan dari Dapil Madura, terkesan primordial dengan alasan yang logis. “Keyinian saya saat itu menjadi wakil rakyat yang sebenarnya, saya lahir, besar dan sekolah di Madura. Sehingga saya merasa memahami tentang kultur dan kondisi secara utuh tentang Madura,” kata AQ, dikutip dari Biografi Achsanul Qosasi tentang Cinta Mati Madura.
Selama tercatat sebagai wakil rakyat Madura di Senayan, banyak yang menilai jika ia belum mampu memberikan peran penting bagi daerah yang diwakilinya. Namun persembahan nyata pada saat itu, ia memoles tim sepakbola asal Pamekasan, Persepam dengan label Madura United.
Tim yang familiar disebut Persepam-MU juga sempat berkompetisi pada kasta tertinggi sepakbola tanah air, sementara untuk pengelolaan tim milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dilakukan melalui PT Pojur yang berkantor di Jl Trunojoyo, Pamekasan.
Kebersamaan AQ dengan Persepam tidak berlangsung lama, sebab beberapa tahun kemudian Persepam-MU justru terdegradasi dari kasta tertinggi sepakbola tanah air dan diserahkan kembali kepada Pemkab Pamekasan. Selanjutnya Persepam-MU diteruskan secara pengelolaan melalui PT Jempol Madura Utama.
[berita-terkait number=”4″ tag=”achsanul-qosasi”]
Hanya saja, sosok AQ memang tidak bisa lepas dari sepakbola. Ketertarikan dan kecintaan terhadap olahraga ‘Si Kulit Bundar’ memang tidak bisa dipungkiri, apalagi ia merupakan salah satu pecinta salah satu klub sepakbola Britania, Liverpool FC.
Vakum satu tahun dari sepakbola membuatnya ‘tidak memiliki gairah’, pada akhirnya ia pun kembali ke dunia yang sangat dicintainya dengan mengakuisisi Petita Bandung Raya (PBR) dan diresmikan dengan nama baru Madura United FC dibawah naungan PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB).
Permainan alias launching Madura United FC dilakukan bertepatan dengan tanggal lahir Achsanul Qosasi, yakni 10 Januari 2016. Saat ini tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola tanah air, Liga 1 dan selalu berisi pemain dengan label pemain tim nasional sejak awal diakuisisi.
Tidak hanya fokus pada tim yang tengah berkompetisi, tetapi pihaknya bersama jajaran manajemen lainnya juga fokus dan komitmen untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura, khususnya melalui olahraga cabang sepakbola.
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan komitmen mengorbitkan pemain lokal Madura, di kasta sepakbola nasional. Salah satunya melalui program Madura United Football Academy (MUFA) hingga pembangunan berbagai sarana dan prasarana di kompleks Stadion R Soenarto Pamekasan. [pin/but]*
*Catatan singkat sebagai ungkapan Molang Areh untuk Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi.






