Surabaya (beritajatim.com) — Kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat menegaskan pentingnya langkah Pemerintah Kota dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, kota pahlawan dengan penduduk 3,02 juta jiwa ini membutuhkan inovasi untuk memenuhi kebutuhan 15.775 ton beras setiap bulan.
“Beras singkong dari bahan bakunya harga terjangkau, produktivitas setiap hektarnya bisa lima kali lipat dari padi dan relatif lebih tahan. Apabila ini dipopulerkan akan bisa menjadi tonggak ketahanan pangan,” kata Achmad Hidayat, Minggu (10/8/2025).
Achmad menjelaskan, data BPS tahun 2022 menunjukkan masih ada 1.127,3 hektare lahan sawah di Surabaya yang tersebar di 13 kecamatan. Potensi ini, menurutnya, dapat dioptimalkan melalui penyediaan lumbung pangan kota dan pengolahan singkong menjadi beras sebagai alternatif sumber karbohidrat.
“Kita ingat bahwa dalam pidato Bung Karno pada peletakan batu pertama pembangunan Kampus IPB 1952 bahwa pangan adalah persoalan hidup atau matinya sebuah bangsa,” ujarnya.
Politisi muda itu juga menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk mempopulerkan makanan pendamping beras. Dia menilai langkah ini akan membantu memperkuat kedaulatan pangan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
“Kalau ada lahan 35 hektar, produktivitas dalam sekali panen antara 30 ton singkong per hektar maka mencapai 1.050 ton setiap panen. Dalam satu tahun kalau dua kali panen maka kebutuhan pangan 20 persennya bisa dipenuhi dari Kota Surabaya sendiri,” tuturnya.
Achmad berharap gagasannya ini bisa segera diimplementasikan oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Dia juga mendorong keterlibatan BRIN untuk melakukan riset produksi beras singkong demi menghadirkan pangan murah, sehat, dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. [asg/but]






