Mojokerto (beritajatim.com) – Manajemen klub baru Liga 3 di Mojokerto, AC Majapahit memperkenalkan pelatih kepala, Ambitie Dolus Cahyana, Jumat (11/6/2021). Pelatih yang memiliki lisensi pelatih B AFC ini dinilai sejalan dengan visi dan misi yang diusung oleh AC Majapahit.
Manajer Klub AC Majapahit, Rossi Rahardjo mengatakan, pelatih kepala yang dipilih manajemen secara kebetulan merupakan mantan pemain PS Mojokerto Putra (PSMP). Dolus merupakan pelatih asal Jombang dan setiap harinya melatih salah satu akademi sepakbola di Mojokerto.
“Kami sengaja memilih pelatih berusia muda dan memiliki visi dan misi sejalan dengan manajemen. Selain itu, pelatih yang kami pilih ini mampu menjelaskan secara detail filosofi bermain sepak bola era modern saat diminta presentasi oleh manajemen. Dia juga cukup berpengalaman di sejumlah klub,” katanya.
Selain sisi akademis, lanjut jurnalis senior yang kini merambah dunia konsultan komunikasi ini, putusan manajemen AC Majapahit memilih pelatih berlisensi B AFC ini karena pengalaman. Pengalamannya sebagai pemain yang pernah memperkuat sejumlah klub di tanah air.
“Dolus pernah bermain untuk Persebaya di era IPL dan PS Mojokerto Putra. Kami mengontrak pelatih untuk tiga musim kompetisi dengan harapan bisa membangun pondasi tim AC Majapahit,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih AC Majapahit,
Pelatih Ambitie Dolus Cahyana mengucapkan terima kasih kepada managemen yang sudah memilihnya sebagai pelatih kepala. “Saya terlalu muda, 30 tahun. Saya memang pemain bola dan berhenti dari sepak bola, kemudian ambil kepelatihan,” ujarnya.
Terakhir menjadi pemain sepak bola tahun 2017 dengan tim terakhir Madiun Putra selama dua musim. Sebelumnya, di tahun 2016 ia mulai beralih ke profesi sebagai pelatih dengan mengambil lisensi D di Malang. Dilanjutkan lisensi C AFC di Padang tahun 2018 dan lisensi B AFC di Depok tahun 2020.
“Tahun 2018 Porkab Jombang, tahun 2020 ambil lisensi B AFC dan mencoba melamar ke AC Majapahit. Saya berhenti main bola tahun 2017 karena saya juga punya target jika saya pemain sampai usia 27-28 tahun tidak berkembang, saya harus berhenti. Kalau harus di Liga 2 terus gimana? Kalau di Liga 2 pasti ingin ke Liga 1, tapi kalau tidak ada jalan, tidak naik keburu dikejar usia,” urainya.
Meski bukan mantan pemain Tim Nasional (timnas), lanjut Dolus, tapi punya cita-cita sebagai pelatih besar. Managemen AC Majapahit yang sudah memberikan kesempatan belajar dan berkembang tersebut tidak akan di sia-siapkan. Menurutnya, manajemen memberikan kebebasan untuk menentukan asisten pelatih.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ac-majapahit”]
“Manajemen memberikan kebebasan kepada saya tapi tetap saya komunikasi dengan managemen. Biar managemen pelajari, kalau ok ya. Sudah ada pandangan, ada dua asisten dan satu pelatih kiper. Tidak harus sama seusia saya tapi harus sama visi misi nya. Kalau se visi kan kerjanya enak, jelas kalau mau majukan tim ayo sama-sama majukan tim,” tegasnya.
Menurutnya, jika tujuan sama maka siap bekerja sama apapun nanti hasilnya. Berhasil atau sebaliknya sudah komitmen untuk bekerja bersama-sama. Dolus berharap bersama asisten pelatih nantinya akan bersama-sama melangkah yang terbaik untuk AC Majapahit. [tin/but]







