Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan paket nasi untuk buka puasa maupun sahur dibagikan PT Heinz ABC Indonesia lewat truck makanan Dapur Bersama Ibu.
Truck makanan ini akan melintas setiap hari selama bulan ramadan membagikan makanan untuk lansia dan fakir miskin yang hidup dijalanan, anak kost yang tinggal sendirian hingga orang-orang yang hidup di masjid.
Aksi sosial yang unik ini dilakukan oleh PT Heinz ABC Indonesia (ABC) yang menjadikan program kemanusian ini sebagai rutinitas setiap bulan ramadan. Totalnya ada 125 ribu makanan siap saji dibagikan setiap hari di 27 kota di 12 provinsi. Manajemen ABC yang berkolaborasi dengan Foodbank of
Indonesia (FOI) ini membagikan makanan yang dibuat dari 98 dapur yang diproduksi 800 ibu-ibu relawan.
https://beritajatim.com/ekbis/abc-bagikan-120-ribu-paket-makanan/
Di Jawa Timur ada 10 dapur komunitas ibu (mom’ community kitchen), yang membantu menyiapkan dan membagikan 14.000 paket makanan Sahur dan buka puasa melalui 35 titik pendistribusian, mencakup wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan.
“Gerakan #ABCDapurBersamaIbu terinspirasi dari nilai kehangatan cinta ibu. Di momen Ramadan, peran ibu dalam menyiapkan berbagai hidangan terbaik, dari mulai makan Sahur hingga berbuka puasa bagi keluarga merupakan sebuah bentuk cinta yang nyata. Bahkan, kebesaran cinta ibu ini juga tergambar nyata lewat hadirnya berbagai dapur komunitas relawan ibu di sekitar kita, dimana mereka tidak pernah lelah untuk memberikan waktu dan tenaganya bagi sesama. Melalui Gerakan #ABCDapurBersamaIbu,” papar Niken Sekarmelati, Brand Manager Beverage Kraft Heinz Indonesia.
[berita-terkait number=”2″ tag=”ABC”]
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wida Septarina, Co-founder Foodbank of Indonesia (FOI), menjelaskan bahwa misi mereka adalah untuk mendorong kemakmuran dan memerangi kelaparan.
“Maka dari itu, kami senang dapat bekerjasama dalam gerakan #ABCDapurBersamaIbu, yang juga mengusung misi yang sama. Kami percaya bahwa ibu memiliki peran penting dalam keluarga, mulai dari menetukan pilihan makanan hingga menyalurkan nilai-nilai kebaikan kepada anggota keluarganya,” aku Wida.
Di Surabaya sendiri setiap harinya memproduksi 500 paket makanan dan para relawannya adalah ibu-ibu pengajian di kawasan Pakis Surabaya. Fanany Hasiyati, koordinator relawan di Surabaya memgaku sangat terharu pada antusias ibu-ibu yang belajar mengaji di tempatnya karena tak hanya sekadar memasak, banyak dari mereka sesudah memasak pun ikut truck makanan ABC membagikannya ke jalanan.
“Ada kebahagian yang tak ternilai harganya, saat kami melihat kebahagian dan syukur di mata penerima makanan yang kami buat ini,” tandas Fanany yang juga guru mengaji itu.[rea]






