Surabaya (beritajatim.com) – Pri Subaktiono, pria 53 tahun yang tinggal di Jalan Jemur Ngawinan, Surabaya, Minggu (16/12) sekitar pukul 22.00 WIB, telah menggemparkan warga. Lantaran ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya.
Apalagi peristiwa meninggalnya Subaktiono ini sungguh cukup mengenaskan. Selain sudah membusuk dengan kondisi badan membengkak, posisi terlentang di atas tempat tidur.
Kejadian pertama kali ditemukan oleh Murjono (51), yang tak lain adalah adik kandung korban. Awalnya, Murjono tinggal di Tenggulunan, Krian, Sidoarjo ini, menerima aduan Ita keponakannya tepatnya anak kandung korban.
\\\”Waktu itu ponsel korban tidak bisa dihubungi, merasa khawatir, maka adik korban ini memutuskan untuk mendatangi rumah korban,\\\” kata Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurtjahjo, Senin (17/12/2018).
Sesampainya di rumah korban, Murjono melihat kondisi rumahnya dalam keadaan gelap, sedangkan pintu utama tidak dalam keadaan terkunci. Ketika mendekati rumah, Murjono mulai mencium bau tak sedap.
Mirisnya, setelah Murjono masuk ke dalam sudah ditandai adanya aliran darah yang tampak mengering di lantai pintu kamar korban. Murjono pun nekad membuka pintu kamar tersebut.
\\\”Saksi pertama ini mengetahui ternyata korban sudah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan adik korban bergegas keluar dan melaporkannya ketua RT setempat,\\\” lanjutnya.
Lantas Arba\\\’i ketua 05 Jalan Jemur Ngawinan, Surabaya ini mendatangi rumah korban dan selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Wonocolo.
\\\”Dari keterangan saksi kedua, korban terakhir terlihat pada hari Jumat kemarin,\\\” tukas perwira satu melati dipundaknya.
Sementara itu, keterangan lain yang didapat petugas yakni keterangan dari adik dan anak kandung korban, diceritakan kalau Subaktiono memang memiliki riwayat penyakit diabetes kering yang sudah menahun.
Lalu, polisi mendatangkan tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah selesai dintidak, jenazah ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan visum agar diketahui penyebab kematian korban yang sebenarnya. [gil/but]





