Banyuwangi (beritajatim.com) – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang – Gilimanuk, memberlakukan pelayanan tiket satu pintu. Seluruh pejalan kaki, kendaraan muatan barang maupun orang wajib masuk melalui Pelabuhan ASDP.
\\\”Jika dulu truk logistik dapat mengakses tiket di Pelabuhan LCM, kini tak dapat lagi. Dalam kondisi darurat (terjadi antrian penumpang) loket LCM kita buka lagi. Sekarang di sana digunakan sebagai pintu keluar,\\\” jelas GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang – Gilimanuk, Solikin, Sabtu (15/12/2018).
Pemberlakuan itu, kata Solikin, dalam rangka untuk mengantisipasi keamanan di pelabuhan. \\\”Ini dalam rangka memudahkan sterilisasi. Karena pengawasan di Pelabuhan LCM cukup rumit,\\\” ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Solikin, selama Natal dan tahun baru 2019, ASDP menyiapkan 57 unit armada kapal. Dari jumlah itu yang beroperasi 32 unit kapal. Sedangkan sisanya menjalani perawatan dan menjadi cadangan.
\\\”Pemerintah hanya punya dua kapal, yakni KMP Prathita dan Mutis. Sisanya milik swasta yang dioperasikan oleh 22 operator atau perusahaan,\\\” pungkas Solikin. (rin/ted)





