Surabaya (beritajatim.com) – Menyadari perkembangan pariwisata yang kian masif, Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (bakorwil) Pamekasan, Madura, menyelenggarakan rapat kordinasi yang dikemas dalam dialog informal di Hotel Wyndham Surabaya.
Dialog itu diadakan dengan tujuan mengembangakn pariwisata wilayah Pamekasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.
Dialog bertajuk ‘Rapat Koordinasi Peningkatan Keamanan dan Ketertiban dalam Mendukung Pariwisata di Wilayah Kerja Bakorwil Pamekasan’ mengundang perwakilan dari masing-masing pemerintah daerah serta menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Berikut informasi selengkapnya,
Rapat kordinasi diselenggarakan dalam bentuk dialog informal dengan menghadirkan perwakilan masing-masing pemerintah daerah (pemda), serta nara sumber antara lain: Abi Darwis dari Polda Jatim, Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos., M.Si akademisi serta dosen pariwisata Universitas Airlangga, dan Kepala Pusat Penelitian Inovasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Universitas Trunojoyo Madura Dr. Eni Sri Rahayuningsih, S.E., M.E. Diskusi dipandu oleh dosen FISIP UNAIR serta pakar komunikasi politik Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala Bakorwil IV Pamekasan Dr Alwi, M.Hum mengatakan bahwa Madura memiliki sumber daya alam dan budaya yang berpotensi tinggi untuk bisa dikembangkan. Dalam pertemuan itu, ia mengajak seluruh peserta yang datang untuk bersama-sama mengembangkan potensi alam dan budaya yang dimiliki Madura demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin mengajak pemda untuk melakukan sinergitas semua pihak, melakukan kerjasama dalam pengembangan pariwisata. Diharapkan, akan ada kerjasama antar wilayah usai pertemuan ini,” kata Dr Alwi.
Di sisi lain, Sri Endah mengatakan bahwa Pulau Madura memiliki potensi wisata yang tinggi. Dikatakan Endah bahwa wisata bukan sekadar tempat alam atau tempat-tempat modern yang dibangun di perkotaan. Yang dimiliki Madura saat ini seperti kuliner, wisata religi, blater dan batik justru memiliki nilai jual tinggi untuk masuk dalam pengembangan pariwisata. “Karena itu pemerintah harus menjalin kerjasama dengan swasta,” paparnya.
Melihat potensi besar yang dimiliki Madura, Dr. Eni Sri Rahayuningsih mengatakan bahwa Madura harus punya roadmap, sehingga pengembangan pariwisata berlangsumng secara sustainable atau berkelanjutan.
“Saya mengusulkan konsep desa pariwisata untuk perkembangan wisata Madura ke depan. Harapanya, masyarakat dapat terlibat langsung dan turut andil dalam pembangunan ekonomi pariwisata daerah,”tambah Dr. Eni Sri Rahayuningsih.
Sementara itu, nara sumber dari Polda Jatim Abi Darwis melihat pengembangan potensi pariwisata di Madura dari segi keamanan untuk wisatawan. “Faktor keamanan menjadi penting bagi Madura untuk mengembangkan pariwisata bagi para turis-turis yang datang,” ungkapnya.
Usai pertemuan ini berlangsung, diharapkan terdapat sinergitas antar masing-masing pihak. Baik dari Bakorwil Pamekasan, pemda, kepolisian, maupun akademisi. Sehingga, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura melalui pariwisata dapat terwujud.[ifw/ted]





