Gresik (beritajatim.com) – Kendati memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memastikan ancaman banjir di sejumlah wilayah Gresik masih cenderung aman. Pasalnya hingga kini belum melihat ada tanda-tanda yang membahayakan, banjir bakal datang.
Kepala BPBD Gresik Tarso Soegito mengatakan, bencana banjir masih dalam terkendali aman. Dalam pantauannya belum terlihat air sungai naik secara siginifikan. Kendati demikian, pihaknya sudah mengantisipasi jika suatu waktu banjir mulai datang.
\\\”Saat ini saya pastikan kondisinya masih aman,” ungkapnya, Kamis (27/12/2018).
Ia menambahkan, penyebab banjir tidak hanya datang dari curah hujan mapun sistem drainase yang buruk. Melainkan banjir kiriman dari daerah lain. Sehingga membuat volume di aliran sungai meningkat drastis.
\\\”Meski masih aman kami sudah mengantisipasi dengan mengirimkan perahu karet ke sejumlah desa yang dianggap rawan.
\\\”Ada 30 perahu karet yan sudah didistribusikan ke desa-desa rawan banjir. Bahkan kami telah memberikan pelatihan tanggap bencana kepada warga,\\\” tuturnya.
Berdasarkan catatan BPBD Gresik selama setahun terakhir, ada 52 titik yang dikategorikan sebagai rawan banjir. Titik banjir itu menyebar di lima kecamatan. Antara lain, Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Cerme, Bungah dan Dukun.
\\\”Merujuk tahun 2017 ada 10 kecamatan yang terdeteksi banjir, kecamatan di atas dianggap rawan,\\\” pungkasnya. [dny/but]





