Banyuwangi (beritajatim.com) – Musim liburan menjadi kesempatan bagi anak-anak di Desa Ketapang, Banyuwangi memanfaatkan waktunya untuk mengais rejeki. Meski, mencari uang bukan kewajiban mereka, tapi hal itu nampaknya tak menjadi halangan untuk mereka.
Bukan bekerja serabutan, bukan pula membantu orang tuanya melainkan mengais rejeki di dalam lautan. Seperti apa? Mendengarnya sekilas cukup berbahaya. Tapi mereka menikmatinya.
Ya, mereka adalah anak logam di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang. Cukup berbekal keahlian berenang mereka pun beraksi.
Bersama kawan-kawannya, ia biasa beraksi. Tak jarang mereka harus melompat dari anjungan kapal, maupun jembatan penyeberangan.
Sasarannya, penumpang yang melintas menuju kapal atau keluar kapal. Kadang pula mereka yang berada di atas kapal tak luput dari rayuannya.
\\\”Ayo.. om lempar koinnya, Rp 10 ribu juga gak apa-apa,\\\” teriaknya.
Usia mereka beragam, antara 6 sampai 12 tahun dan masih sekolah di tingkat dasar. Seperti Firman. Ia menjalani kegiatannya itu sejak duduk di taman kanak-kanak (TK).
\\\”Sekarang kelas 2 SD Ketapang. Kan sekarang liburan jadi bisa seharian. Setiap hari biasanya dapat Rp 40 ribu – Rp 60 ribu. Uangnya buat jajan dan bantu orang tua. Ibu jualan nasi, bapak sopir bus,\\\”
\\\”Tapi kalau ramai ya saingannya juga banyak. Jadi harus cepat,\\\” katanya.
Begitu pula dengan Satriyo. Usianya kini 10 tahun. \\\”Hasilnya buat bantu orang tua, ya buat saku sekolah,\\\” ungkap anak yang tahun ini harus tinggal kelas ini.
Saat liburan seperti ini, jumlah mereka kian banyak. Begitu tampak ada sekitar 15 anak yang mengapung di dermaga pelabuhan.
Tak jarang aksi mereka ini terbilang menantang maut. Dan cukup berbahaya. Bahkan, jika tak hati-hati tiram di pinggir dermaga kerap mengenai tubuh maupun kaki mereka.
Di sisi lain, aksi mereka juga kerap mengundang pemandangan menarik bagi para penumpang kapal. Tak ubahnya, sebagai atraksi gratis yang mereka saksikan.
Akan tetapi, aksi para anak-anak ini sebenarnya dilarang oleh pihak ASDP.
\\\”Sejak 4 bulan lalu sudah kita larang, nanti lihat saja semuanya steril. Ya memang kadang saat lengah mereka turun lagi,\\\” terang GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang – Gilimanuk, Solikin. [rin/wir]





