Surabaya (beritajatim.com) – Rendahnya angka capaian imunisasi difteri di Probolinggo menjadi salah satu fokus Unicef dan Dinas Kesehatan. Pasalnya Kota ini hanya mencapai 65 persen, terendah dari 38 kabupaten kota se-Jawa Timur. Unicef dan Dinkes Jatim melakukan sweeping anak-anak di Kota Probolinggo yang belum terimunisisasi untuk diimunisasi secara massal.
Sweeping yang dilakukan di acara Festival menulis dan mewarnai oleh 800 anak Paud dan TK di seluruh yayasan Aisyiyah di Kota Probolinggo. Kegiatan yang bertajuk Festival Anak Sehat ini bertujuan menstimulus anak-anak agar mau dimunisasi. Dari 800 anak tersebut ditemukan 34 anak anak yang belum terimunisisasi difteri. Setelah menggambar dan melukis 34 dengan bahagia anak anak tersebut diimunisasi.
Specialist Unicef Pulau Jawa, Armunanto menjelaskan, pemilihan Kota Probolinggo didasari pada kurang maksimalnya program imunisasi Difteri tahap ketiga yang masih berada di kisaran 65 persen. Jumlah ini masih belum mencapai target 95 persen dari jumlah populasi yang berusia 1-19 tahun dapat diberikan imunisasi Difteri hingga akhir bulan Desember 2018.
\\\”Cakupan (imunisasi) di Indonesia itu baru sekitar 73 persen, padahal imunisasi yang baik bisa melindungi masyarakat minimal 95 persen,\\\” jelasnya saat ditemui di kantor PDA Kota Probolinggo, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Probolinggo, Senin (17/12/2018).
Ia juga menjelaskan, masyarakat perlu menyadari pentingnya melakukan imunisasi, khususnya difteri karena Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Untuk itu, setiap pihak harus berpartisipasi untuk menyelamatkan generasi Indonesia agar terhindar dari penyakit.
\\\”Dimana anak-anak ini akan menduduki posisi yang strategis, apabila tidak dipersiapkan sekarang, maka anak-anak ini akan menjadi beban kita karena anak-anak tidak dapat bersaing dengan negara lain,\\\” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Probolinggo terpilih Moch Shoufis Subri menjelaskan, kerjasama dengan berbagai lintas sektor dan sosialisasi imunisasi difteri halal dirasa sangat perlu untuk mengurangi rasa ragu masyarakat agar semakin sadar imunisasi sekaligus mengurangi KLB di Kota Probolinggo.
\\\”Karena informasi yang dari Unicef ini, sebenarnya untuk difteri sudah terlabel halal, cuma sosialisasinya kurang masif,\\\” jelasnya. [adg/suf]





