Sidoarjo (beritajatim.com) – Warga Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, sepakat proses hukum terkait insiden penyerangan di sebuah warung kopi tetap berlanjut.
Dalam penyerangan tersebut, dua orang mengalami luka-luka dan beberapa tempat rusak. Dua korban itu diduga kena serangan belasan orang yang membawa senjata tajam.
Kepala Desa Medalem Kec. Tulangan Purwadi mengatakan, pasca insiden penyerangan sekelompok orang yang diduga berasal dari desa Durungbedug Kecamatan Candi, sudah dilakukan beberapa kali pertemuan atau mediasi antar kedua desa. Namun, warga tetap sepakat proses hukum bisa dilanjutkan.
\\\”Sampai hari ini kan masih dilakukan mediasi. Dan dalam mediasi terakhir, kami sepakat menyerahkan kasus ini ke aparat kepolisian,\\\” kata Purwadi Rabu (26/12/2018).
Bukan tidak mungkin, dalam insiden tersebut lanjutnya menimbulkan beberapa korban. Termasuk beberapa perabotan warung kopi, rumah dan tempat potong rambut hancur.
\\\”Ada beberapa tempat yang rusak. Seperti warung kopi, tempat potong rambut kacanya pecah, dan ada juga rumah yang terletak disamping warung juga pecah kacanya,\\\” jelasnya.
Insiden seperti ini, tidak hanya terjadi kali ini saja, beberapa tahun yang lalu juga pernah terjadi penyerangan yang sama. Namun tidak menimbulkan korban. Meski begitu, warga sudah memaafkan insiden tersebut, namun proses hukum tetap diserahkan kepada pihak kepolisian.
\\\”Pernah, sudah lama. Tapi enggak ada korban. Kali ini, mediasi sudah berjalan tapi tetap diproses hukum,\\\” terang dia. [isa/but]





