Lumajang (beritajatim.com) – Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban memantau abrasi bibir pantai Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari, Kamis (27/12/2018). Titik pantau di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang mengerus bibir pantai 50 meter.
Pantauan beritajatim.com, ada 5 warung makan dan mushola harus tergerus pasanf air laut dan ombak setinggi 4 meter dalam 2 minggu terakhir. Untuk mengantisipasi wisatawan mendekat ke bibir pantai, polisi memasang police line. \\\”Kami menghimbau pengunjung berhati-hati, ombak masih besar dan bibir pantai mudag longsor,\\\” ungkap Kapolres.
Menurut dia, ombak pantai selatan diprediksi akan besar sewaktu-waktu sesuai pemberitahuan BMKG. Sehingga, warga dan pengunjung tetap meningkatkan kewaspadaa.
\\\”Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola wisata, pemerintah desa dan relawan kebencanaan,\\\” paparnya.
Sunarsih, salah seorang pemilik warung mengaku was-was bangunan usahanya terdampaj dari tingginya ombak pantai selatan. Karena, cuaca sulit diprediksi dan kini masuk awal musim penghujan. \\\”Sementara tetap jualan dan waspada ombak tinggi saat pasang dimalam hari,\\\” jelanya. (har/kun)





