Jember – Kepala Dinas Sosial Isnaini Dwi Susanti mengajak 12 orang lanjut usia yang terlantar dan dirawat di Liposos (Lingkungan Pondok Sosial) mengikuti Karnaval Budaya Pandhalungan, Senin (31/12/2018).
Rute karnaval diawali dari Gedung Serbaguna Kaliwates hingga alun-alun, yang berjarak sekitar 3,6 kilometer.
Para lansia ini menumpang kereta kelinci atau odong-odong, Senin (31/12/2018). \\\”Saya janji untuk mengajak jalan-jalan dengan naik odong-odong,\\\” kata Susanti.
Susanti merasa kasihan dengan kehidupan para lansia tersebut. \\\”Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa dunia tak sesempit itu (tak hanya di lingkungan liposos). Ada juga keramaian di kanan dan kiri,\\\” katanya.
\\\”Saya hanya ingin menyenangkan mereka. Aku tidak ingin mengeksploitasi mereka. Aku tidak ingin mereka (masyarakat) tahu bahwa dia (para lansia) adalah orang yang dibuang anak-anaknya. Saya hanya ingin mereka merasakan bahwa di luar sana ada juga kehidupan yang menyenangkan,\\\” kata Susanti.
Susanti mengaku punya nazar (janji kepada Tuhan) untuk mengajak para lansia yang dibina Dinsos untuk berjalan-jalan dengan kereta kelinci. \\\”Ternyata Tuhan takdirkan ada karnaval, sehingga saya ajak karnaval. Saya juga mendampingi,\\\” katanya.
Susanti tak bermaksud menggugah hati masyarakat untuk pediuli dengan mengajak para lansia ini mengikuti karnaval. \\\”Itu soal hidayah,\\\” kata perempuan berjilbab ini.
\\\”Sekali lagi saya tidak ingin mengeksploitasi mereka. Saya hanya ingin mewujudkan janji mengajak mereka jalan-jalan dengan kereta kelinci. Tidak ada karnaval pun saya akan ajak dia,\\\” kata Susanti.
Para lansia yang diajak mengikuti karnaval ini sudah benar-benar sehat secara fisik. \\\”Setiap hari kan mereka diperiksa. Di sana (liposos) ada perawatnya,\\\” kata Susanti. [wir/ted]





