\\r\\n
rn
\\r\\n
Surabaya (beritajatim.com) – Berapa dalam amblesnya jalan Raya Gubeng masih sinpang siur. Perkiraan awal 4 meter, namun berkembang informasi bahwa kedalaman mencapai 8 meter.
\\r\\n
rn
\\r\\n
Di tengah simpang siur itu, seorang pembaca beritajatim.com mengizinkan foto basement proyek perluasan RS Siloam untuk dimuat di beritajatim.com. Foto itu diambil dari ketinggian sekitar bulan Novemver 2018 lalu.
\\r\\n
rn
\\r\\n
Dari foto yang ada, nampak sekali tanah yang digali untuk proyek basement itu sangat dalam. Berapa persisnya kedalaman tanah yang digali tidak diketahui persis, namun dari perbandingan dengan mobil yang berada di depan proyek ataupun tumah dan bangunan yang ada di seberang jalan, nampak galian itu sangat dalam.
\\r\\n
rn
\\r\\n
Seperti diberitakan, Jalan Raya Gubeng tepatnya di depan gedung BNI ambles sedalam 4 meter. Akibatnya arus lintas menuju pusat kota macet total.
\\r\\n
rn
\\r\\n
\\r\\n
rn
\\r\\n
Meski belum ditekahui persis apa penyebab ablesnya Jalan Raya Gubeng, namun Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christijanto menduga hal itu terkait dengan pembangunan basement (lantai bawah tanah) sebuah proyek.
\\r\\n
rn
\\r\\n
\\\”Kemungkinan cara mengeruknya dengan menggunakan semprotan air sampai dalam sehingga membuat jalan ambles,\\\” katanya,” kata Eddy, Selasa (18/12/2018).
\\r\\n
rn
\\r\\n
Dia tidak menjelaskan nama proyek yang dimaksud. Namun dari pengamatan lapangan, jalan yang ambles itu bersebelahan dengan proyek perluasan RS Siloam.
\\r\\n
rn
\\r\\n





