Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah melakukan sidak sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Tanjung Anyar, Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakariyah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan ke sejumlah swalayan. Hasilnya ditemukan teri Medan positif mengandung formalin.
Ada tiga swalayan yang didatangi yakni Superindo dan Sanrio di Jalan Bhayangkara dan Carefour di Jalan Benteng Pancasila (Benpas). Dari dua swalayan, Wakil Walikota langsung melihat rak lauk pauk. Sedangkan satu swalayan, dilakukan pemeriksaan terhadap parcel Natal.
Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakariyah mengatakan, ada tiga tempat yang didatangi tapi tidak ditemukan produk kadaluarsa, izin edar maupun rusak. \\\”Namun ada yang harus dikonfirmasi ulang yakni kode produksi terbaru, PIRT karena masih menggunakan kode lama, SP,\\\” ungkapnya, Kamis (20/12/2018).
Sehingga, lanjut orang nomor dua di Kota Mojokerto ini, harus diperbarui. Namun untuk diperbarui ada verifikasi kembali sehingga perlu evaluasi. Selain itu, ada yang dicurigai dan konfirmasi lebih lanjut ke laboratorium terkait teri Medan mengandung formalin apa tidak. Ini dilakukan memastikan aman atau tidak.
\\\”Teri Medan, masih butuh konfirmasi lebih lanjut dari laboratorium, hasilnya akan disampaikan. Karena saat dites petugas, hasilnya positif tapi untuk lebih rinci dan akurat harus ke laboratorium, temuan awal kok mencurigakan. Jika mengandung formalin, kita rekomendasi ditarik dan tidak menerima dari suplier itu,\\\” katanya.
Wakil Walikota menegaskan, karena makanan tersebut akan dikonsumsi masyarakat sehingga Pemkot Mojokerto membantu masyarakat dan penjual. Yakni untuk memberikan rasa aman ke masyarakat maupun penjual sehingga masih dipercaya masyarakat untuk membeli.[tin/kun]





