Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan berencana memprioritaskan program Keaksaraan Fungsional (KF) di dua kecamatan berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam yakni di Kecamatan Batumarmar dan Pasean.
Dipilihnya dua kecamatan tersebut karena dinilai jumlah warga buka aksara lebih banyak dibandingkan kecamatan lain, sekalipun pada tahun ini jumlah warga buta aksara di Pamekasan sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
\\\”Kalau angka warga buta huruf dari tahun ke tahun sudah mengalami penurunan, pada 2017 lalu sekitar 18 ribu warga buta huruf dan tahun ini sekitar 17 ribu. Tapi kami akan memprioritaskan dua kecamatan untuk program KF tahun depan,\\\” kata Kabid Pendidikan Luar Sekolah Disdik Pamekasan, Minggu (23/12/2018).
Diakuinya, anggaran pengentasan buta huruf sebanyak Rp 100 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. \\\”Sementara untuk tahun 2019, anggarannya belum diketahui. Karena sampai hari sekarang APBD 2019 belum disahkan,\\\” ungkapnya.
\\\”Kemungkinan besar program KF akan terus berlanjut hingga 2019 mendatang, dan teman-teman di bawah melaksanakan program itu sesuai dengan anggaran yang ada. Tapi untuk APBD tahun ini belum ditetapkan,\\\” pungkasnya. [pin/ted]





