Kediri (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Jawa Timur mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat melakukan studi banding ke Batu Aji, Kota Batu. Mereka mengikuti pelatihan tentang pengelolaan destinasi wisata.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan, kegiatan ini berangkat dari kesadaran Pemerintah Kota Kediri tentang minimnya destinasi alam yang dimiliki. Sehingga, untuk memaksimalkannya dilakukan dengan cara meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki.
\\\”Kota Kediri minim destinasi alam. Sehingga, harus kita maksimalkan apa yang kita miliki termasuk meningkatkan SDM. Bagaimana cara mengelola destinasi yang baik. Bagaimana cara menerima tamu yang baik dan nyaman, mulai fasilitasnya apa saja, cara maintenance hingga tiketing. Pokdarwis Kota Kediri harus tahu, sehingga kita ajak melakukan pelatihan dan studi banding ke tempat lain,\\\” jelas Nur Muhyar, Jumat (21/12/2018).
Pelatihan Pokdawis tersebut mengambil tema \\\’Strategi dan Managemen Pokdarwis terhadap Pariwisata Secara Mandiri. Lokasinya mengambil Hotel Asida dan Agrowisata Bumi Aji Kota Batu. Sementara narasumbernya adalah Adi Hasto, selaku Pengurus Pokdarwis Propinsi Jawa Timur dan Andik, dari Perwakilan Disbudpar Kota Baru.
Mengapa memilih Batu Aji sebagai tujuan untuk menimba ilmu? Nur Muhyar menjawab, pengelola destinasi wisata disana (Pokdarwis)-nya dinilai cukup berhasil. Mereka mampu menyediakan sarana dan prasarana tempat wisata dengan baik yang berdampak positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan.
Saat ini, Kota Kediri baru memiliki satu destinasi wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah yakni, Goa Selomangleng. Obyek wisata berorientasi kebudayaan tersebut dibawah pengelolaan Disbudparpora. Masyarakat sekitar yang tergabung dalam Pokdarwis dianggap perlu mendapatkan \\\’suntikan\\\’ ilmu managerial dalam mengoptimalkan potensi wisata andalan Kota Kediri itu.
Oleh karenanya, kelompok masyarakat (Pokdarwis) yang didalamnya terdiri dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Goa Selomangleng ini difasilitas dalam melakukan studi banding ke Kota Batu. Jumlah peserta kegiatan tersebut sedikitnya 60 orang. Selama kegiatan berlangsung, mereka mendapatkan pendampingan langsung dari para pegawai Disbudparpora.
\\\”Di Kota Kediri hanya ada satu destinasi wisata yang dikelola pemerintah yaitu, Selomangleng. Oleh karena itu, kita harus terus melakukan edukasi terhadap masyarakat. Destinasi ini harus dibentuk, karena tanpa itu tidak akan muncul. Agar kedepannya muncul destinasi baru,\\\” pintar Nur Muhyar.
Ada beberapa potensi destinasi wisata yang diharapkan lahir di Kota Kediri. Seperti saat ini, terbentuknya Kampung Wisata Tenun Ikat di Kelurahan Bandar Kidul. Kemudian, potensi lainnya dapat berupa Kampung Batik, Kampung Bunga Matahari dan Kampung Sumber Mata Air yang akan menambah deretan tempat kunjungan wisata di Kota Kediri. (adv/nng).





