Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno melantik puluhan Kepala Desa (Kades) baru. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah atau Janji Kepala Desa Terpilih ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Kediri yang ada di Alun-alun, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (21/12/2018).
Ada 32 Kades baru yang mengikuti serenomial ini. Mereka berasal dari 18 kecamatan. Diantaranya, Desa Kanyoran Kecamatan Semen, Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo, Desa Silir Kecamatan Wates, Desa Bedug Kecamatan Ngadiluwih, Desa Puhjajar Kecamatan Papar, Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan.
Selanjutnya, Desa Lamong Kecamatan Badas, Desa Karangtalun dan Setonorejo Kecamatan Kras, Desa Ringinsari dan Ngletih Kecamatan Kandat, Desa Besuk, Kerkep, Gempolan dan Wonojoyo Kecamatan Gurah, Desa Datengan dan Cerme Kecamatan Grogol, Desa Tugu dan Pesing Kecamatan Purwoasri, Desa Ringinpitu dan Sidowarek Kecamatan Plemahan.
Kemudian Desa Pelem dan Gedangsewu Kecamatan Pare, Desa Bukur dan Mlancu Kecamatan Kandangan, Desa Balongjeruk, Wonorejo dan Klepek Kecamatan Kunjang, Desa Parang dan Banyakan Kecamatan Banyakan, serta terakhir Desa Baye dan Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul.
Pelantikan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama-sama. Selanjutnya, Bupati Kediri membacakan ikrar sumpah jabatan yang ditirukan oleh seluruh Kades yang disaksikan oleh rohaniawan. Berikutnya penanda tanganan berita acara dan penyematan tanda kades. Seluruh proses ini dilakukan satu persatu, tanpa ada simbolis.
\\\”Memang saya sengaja, biarpun jumlahnya banyak, pada waktu tanda tangan tidak ada acara simbolis. Kemudian pada waktu pemberian tanda kepala desa, juga tidak ada simbolis. Karena saya tahu, bahwa ini saat yang penting untuk para kepala desa yang didapatkan dengan susah payah, karena itu saya hargai. Sehingga, semua saya berikan,\\\” kata dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam kata sambutannya.
Sudah menjadi kebiasan Bupati Haryanti dalam melantik jabatan aparaturnya dilakukan secara bergiliran tanpa ada acara simbolis. Seperti, enam tahun sebelumnya, dalam pelantikan lebih dari 200 orang Kades.
\\\”Saya tahu, ini akan menjadi sesuatu kenang-kenangan mungkin bagi para Kades, untuk diingat seumur hidup untuk anak dan cucunya,\\\” imbuh Bupati yang berasal dari seorang profesi dokter ini.
Haryanti memberikan ucapan terima kasih kepala aparat keamanan, pemerintah desa dan panitia penyelenggaran Pilihan Kepala Desa (Pilkades) di tiap-tiap desa. Pasalnya, menurut Bupati, mereka sudah membantu pemerintah daerah, sehingga pilkades serentak berjalan aman dan lancar.
\\\”Saya juga ucapkan selamat untuk saudara yang baru saja lantik dan ucapan kepada kepala desa lama yang sebagian besar terpilih lagi untuk mengemban amanat rakyat. Untuk yang baru dan lama, saudara-saudara telah resmi sebagai aparatur pemerintah desa, maka menjadi panutuan masyarakat,\\\” pinta Haryanti.
Pihaknya berharap seluruh Kades terlantik dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Bupati mengingatkan, bahwa jabatan Kades, Camat maupun Bupati tidak akan langgeng. Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh aparatur pemerintah, khususnya Kades dapat berhati-hati dalam melaksanakan amanah serta membantu masyarakat. Menurut Bupati, banyak pahala yang akan didapat oleh Kades yang mengabdikan diri dalam membantu warganya.
Kembangkan Potensi Desa
Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo menurut, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno telah berupaya memajukan desa. Pemerintah banyak menggerojok anggaran untuk pembangunan dari tingkat desa, sebagai pemerintahan paling bawah.
Tiap-tiap desa di Indonesia mendapatkan bantuan Dana Desa (DD) yang jumlahnya besar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah dikurangi untuk dialokasikan pada desa. Sementara itu, dalam beberapa tahun berjalan ini, ada desa yang survive dalam mengelola DD. Tetapi ada pula desa yang gagal.
Bupati Haryanti mencontohkan Desa Jambu yang ada di Kecamatan Kayen Kidul. Dibawah kepemimpinan Kades Agus, Desa ini maju pesat. Banyak destinasi wisata baru yang memberikan potensi ekonomi bagi masyarakatnya. Tak hanya itu, pemerintahan desa juga turut mendapatkan manfaatnya.
\\\”Sebagai contoh Desa Jambu, setelah pilkades, kepala desanya pak Agus memberikan bibit tanaman klengkeng murah yang kecil untuk warganya. Karena saya melihat antusias beliau membangun desa, saya juga ikut membantu bibit. Kini dalam waktu 3-5 tahun, klengkeng yang jumlahnya ribuan pohon tersebut, telah menghasilkan buah yang sangat lebat. Bisa dibayangkan, satu pohon bisa menghasilkan jutaan rupiah,\\\” kata Haryanti.
Bupati Haryanti menginginkan, seluruh Kades yang terlantik mampu mengikuti jejak Kades Jambu. Syukur-syukur, bisa lebih maju. Para kades diminta mengembangkan potensi yang dimiliki di desanya masing-masing. Pihaknya menyerahkan ke setiap kades dalam membuat inovasi sendiri-sendiri.
\\\”Untuk wisata desa saat ini sudah ada 29 desa yang memposting di sosial media Instagram Desa Wisata untuk menjual desanya supaya banyak orang hadir. Dengan demikian yang jual makanan laku, souvenir juga ramai. Bisa merasakan manfaatnya, seperti di Desa Jambu kini PAD-nya sudah mencapai Rp 135 juta per tahun,\\\” beber Haryanti.
Menurut Haryanti tidak harus mempunyai sumberdaya alam yang jual, seperti obyek wisata Air Terjun di Desa Besuki, Kecamatan Mojo (Air Terjun Ironggolo dan Dollo). Tetapi sektor lainnya. Seperti di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo. Dimana, obyek wisata religi Makam Gus Miek juga dapat \\\’dijual\\\’ (baca : dikembangkan potensi ekonominya untuk masyarakat).
\\\”Di Ngadi, makam itu bisa dijual, dalam arti orang yang datag ke Makam Gus Miek, penjualnya dikondisikan, supaya bisa berjualan dengan makanan yang rasanya enak, cukup murah, tidak menaikkan harga saat yang beli banyak. Sehingga semakin bertambah ekonomi masyarakatnya. Terserah kepala desa membuat inovasinya sendiri sendiri,\\\” inginnya.
Dalam mengembangkan potensi tiap-tiap desa, Bupati Haryanti melihat ada penggeraknya. Faktor tersebut bisa berasal dari kepala desa sendiri atau dari elemen masyarakat serta tokoh masyarakat. Juga dari karang taruna maupun para kelompok ibu rumah tangga. Mereka dapat memberikan ide-ide tersebut kepala kades untuk dikembangkan, sepanjang tidak melanggaran aturan hukum.
Diakui Bupati Haryanti saat Pilkades berlangsung ada desa yang timbul konflik karena beda pilihan. Pihaknya berharap, paska pelantikan kades baru, situasi dan kondisi di desa dapat ditatap supaya tetap kondusif.
\\\”Tugas panjenangan pertama adalah merangkul semua elemen masyarakat dan melayani tanpa perbedaan. Dulu tim sukses dibantu, sekarang bukan tim sukses juga harus dibantu. Sehingga penyelenggaraan pemerintah desa berjalan baik,\\\” pesannya.
Diakhir sambutannya, Bupati Haryanti mewanti-wanti kepada setiap Kades untuk bekerja jujur dan berhati-hati. Besarnya DD yang diterima tiap-tiap desa menjadi tantangan bagi mereka. Bupati tidak ingat, banyaknya uang yang didistribusikan ke desa, justru menjadi bumerang bagi mereka karena melakukan praktek penyelewengan.
\\\”Jangan lupa, dalam penggunaan Dana Desa tersebut akan dipertanggung jawabankan, termasuk diawasi. Ada aparat termasuk inspektorat yang akan memeriksanya. Jangan sampai kepala desa yang saya lantik ini, ada diantaranya yang tersangkut di bidang hukum. Ingat Kepala Desa tidak memegang uang, karena yang pegang bendaraha. Tetapi pengeluaran harus tahu. Banyak aturan baru yang harus dipelajari betul oleh setiap Kepala Desa, agar tidak salah dalam menjalankan pemerintahan,\\\” tukasnya.
Terpisah, Inti Wahyuni, Kepala Desa Banyakan menyampaikan upacara terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah melantiknya. Pihaknya berjanji untuk mengemban amanat tersebut dengan sebaik-baiknya. Bahkan, istri anggota legislatif DPRD Kabupaten Kediri ini mengaku, telah memiliki beragam program, utamanya dalam upaya pengembangan potensi desa.
\\\”Pesan Bupati tentang pengembangan potensi desa akan kami laksanakan. Kami sudah memiliki banyak program untuk itu. Meskipun di desa kami tidak memiliki obyek wisata alam seperti air terjun, tetapi kami memiliki potensi lainnya yang akan mendorong peningkatan perekonomian bagi masyarakat,\\\” ucapnya. [adv/nng]





