Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan mengecek keberadaan logistik pemilihan umum (pemilu) 2019 yang berada di Gudang Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jl Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Kamis (20/12/2018) kemarin.
Pengecetakan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi, didampingi jajaran komisioner lainnya, termasuk Ketua KPU Pamekasan Mohammad Hamzah. Salah satunya kotak suara kardus yang kerap menjadi perbincangan dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam pemantauan tersebut, Ketua Bawaslu bersama Ketua KPU Pamekasan bersama-sama merakit atau melipat lembaran kardus kotak suara hingga akhirnya menjadi kotak. Bahkan Abdullah Saidi juga mencoba menduduki hingga berdiri di atas kotak hasil lipatan, guna memastikan layak tidaknya kota suara pemilu yang sempat menjadi kontroversi banyak kalangan.
\\\”Kami nilai kotak kardus ini tidak jauh berbeda dengan kotak yang biasa dipakai dalam pelaksanaan pemilu sebelumnya, bahkan juga cukup kuat menahan beban. Salah satunya saat kami coba diduduki di atasnya,\\\” kata Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi, Jum\\\’at (21/12/2018).
Penilaian tersebut bukan tanpa alasan, sebab dirinya tidak hanya duduk di atas kotak kardus yang sudah dilipatnya. Bahkan juga berdiri di atas kotak kardus guna memastikan kelayakan sebagai salah satu sarana pesta demokrasi yang dijadwalkan digelar serentak 17 April 2019 mendatang.
\\\”Jadi guna memastikan apakah kotak kardus itu layak atau tidak, kami tidak hanya duduk. Tapi juga sempat mencoba berdiri di atas kota kardus pemilu guna memastikan kuat atau tidak, ternyata kuat menahan beban,\\\” ungkapnya.
Dari itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi mempersoalkan seputar keberadaan kotak kardus sebagai bagian dari pelaksanaan pemilu mendatang. \\\”Tidak hanya mampu menahan beban, keamanan kotak juga sudah dipastikan sangat aman,\\\” pungkasnya. [pin/ted]





