Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat dalam setahun layanan Mandiri Remitansi mencapai angka USD 31 miliar atau tumbuh 33 persen dari tahun sebelumnya. Namun sebagai bank milik negara, Bank Mandiri tak hanya sebatas memberikan layanan Remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri melainkan juga memberikan nilai lebih karena pengirim uang itu adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sanak saudara mereka di kampung.
\\\”Kami memberikan pelatihan keterampilan wirausaha khusus kepada pada nasabah kami yang menggunakan layanan Remitansi di luar negeri. Pelatihan kami berikan setiap akhir pekan saat PMI libur, seperti kalau di Hongkong tempatnya di Victory park setiap hari Minggu,\\\” kata R Erwan Djoko Hermawan, Senior Vice President Bank Mandiri Region VIII / Jawa 3 dalam acara mensosialisasikan layanan Mandiri Remintansi kepada masyarakat dan merupakan sinergi pada rangkaian acara Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, Jumat (15/12/2018).
Saat ini Bank Mandiri sendiri memiliki sedikitnya 12 ribu PMI binaan Bank Mandiri yang sudah mendapatkan pelatihan kewirausahaan disela libur pekerjaan mereka sebagai PMI. Dan dari USD 31 miliar itu, 70 persennya dari PMI yang memiliki kampung halaman di Jawa Timur. Sebab selama ini Jatim memang menjadi lumbung PMI untuk berbagai negara di Asia.
\\\”Jatim punya peranan penting membawa dollar masuk melalui PMI ini. Tetapi mereka juga harus dibantu agar lebih bisa mengelola uang. Sehingga saat pulang nanti ke kampung halamannya, mereka tidak kembali lagi jadi PMI melainkan membuka dan mengembangkan usaha dengan uang yang sudah mereka tabung di Bank Mandiri,\\\” harap Djoko.
Bank Mandiri memudahkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk dapat membuka tabungan TKI yakni dengan memberikan sosialisasi saat masa pembekalan TKI yang akan berangkat ke luar negeri lalu dibantu pembukaannya oleh layanan outlet bank Mandiri Luar Negeri. Di 2017 Tabungan TKI Bank Mandiri secara jumlah rekening mencapai 82.000 rekening dan saldo dana sebesar Rp 356 Milyar yang mengalami pertumbuhan sebesar 5%.
Lebih lanjut lagi, Erwan menjelaskan Bank Mandiri dalam rangka implementasi budaya spirit memakmurkan negeri yang berupa program literasi keuangan dan pemberdayaan TKI sehingga diharapkan TKI memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan. Dengan demikian TKI dapat menabung dan memiliki bekal keterampilan untuk menjadi pengusaha mandiri saat kembali ke tanah air.
Program Mandiri Remintansi sudah berlangsung di 4 negara yakni Hong Kong, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia, serta memiliki kelanjutan pembinaan untuk TKI purna di tanah air yang berlokasi di Rumah Kreatif BUMN setempat. [rea/suf]





