Surabaya (beritajatim.com) – Masih terjadinya kecelakaan di jalur perlintasan kereta api, manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya sengaja melakukan pemantauan kondisi lintasan rel sepanjang 3,6 Km antara Stasiun Porong – Stasiun Tanggul Angin dengan berjalan kaki menelusuri jalur rel.
Tinjauan rel kereta api di kawasan Sidoarjo kali ini untuk melihat kondisi jalur rel, kondisi saluran irigasi, kondisi persinyalan dan kondisi tanggul lumpur Lapindo yang berada dekat dengan jalur rel.
Selain untuk menjaga keselamatan di jalur kereta api, peninjauan ini juga diharapkan mampu mendeteksi sejak dini terjadinya banjir akibat aliran air di lokasi tanggul. Sehingga perjalanan kereta api sebanyak 36 Kereta api penumpang dan 6 KA barang yang melintas di petak jalan Tanggul Angin – Porong bisa tetap beroperasi dengan aman dan lancar.
\\\”Kami akan selalu berusaha melakukan langkah antisipasi, agar perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya tetap aman dan lancar. Salah satu titik.yang menjadi kewaspadaan terjadinya luapan banjir adalah petak jalur rel di Stasiun Tanggul Angin – Porong,\\\” ujar Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Suryawan Putra Hia di sela-sela kegiatan inspeksi.
Untuk mengantisipasi ganggunan banjir akibat curah hujan yang besar ini, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya sudah menyiapkan strategi manajemen krisis bernama AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 4 titik yaitu Stasiun Bangil, Stasiun Mojokerto, Stasiun Wlingi dan Stasiun Babat.
\\\”Diharapkan dengan langkah antisipasif ini, bisa lebih menjamin keselamatan, kelancaran dan kenyamanan para penumpang dalam perjalanan liburan Nataru ini di wilayah Daop 8 Surabaya ini,\\\” tambah Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya. [rea/but]





