Gresik (beritajatim.com) – Banjir yang melanda di wilayah Kecamatan Driyorejo sejatinya sudah jadi bencana tahunan. Air sungai Kali Tengah selalu meluap saat hujan. Namun, belum ada program penanganan banjir yang direncanakan.
Terkait dengan itu, Pemkab dan DPRD Gresik baru merencanakan program penanganan untuk banjir Kali Lamong. Anggarannya sudah disiapkan. Nilainya mencapai Rp 13 miliar untuk tahun 2019 mendatang.
Anggaran tersebut sudah masuk dalam R-APBD (rencana anggaran pembangunan dan belanja daerah) tahun 2019. Saat ini, drafnya masih di gubernur. \\\”Kita evaluasi lagi setelah dari gubernur,\\\” ujar Ketua Komisi III Asroin Widayana, Selasa (18/12/2018).
Asroin menambahkan, untuk anggaran penanganan banjir sebesar Rp 13 miliar. Dana itu dipakai untuk normalisasi anak sungai Kali Lamong. Juga, pembuatan 9 pintu air di sepanjang sungai. Mulai perbatasan Balongpanggang-Dawarblandong, Mojokerto sampai Kebomas-Surabaya.
Politisi Partai Golkar itu mengaku belum ada anggaran untuk penanganan banjir di Driyorejo. Sebab, yang dianggap prioritas adalah Kali Lamong.
Jika memungkinan, kata Asroin, anggaran Rp 13 miliar itu akan dipecah lagi. Sebagian akan dialokasikan untuk penanganan banjir di wilayah Driyorejo. Nilainya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
\\\”Banjir di Driyorejo akibat penyempitan Kali Tengah menjadi salah satu penyebab banjir di Driyorejo. Ada beberapa bangunan perusahaan yang menjorok ke badan sungai. Masalah tersebut akan dikaji kembali. \\\”Teknisnya akan dibahas dalam hearing minggu ini,\\\” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umim dan Tata Ruang (DPUTR) Gunawan Setiadji membenarkan belum adanya program penanganan banjir untuk wilayah Kecamatan Driyorejo. Yang jadi prioritas sementara masih banjir Kali Lamong.
\\\”Jika memang bisa dan tidak melanggar aturan, anggaran bisa dipecah. Tapi, itu akan disesuaikan kebutuhan. Khususnya kebutuhan anggaran untuk penanganan banjir Kali Lamong. Sebab, plot anggaran awal adalah untuk Kali Lamong. Jangan sampai pemecahan anggaran justru menyulitkan pelaksanaan program yang sudah direncanakan sejak awal,\\\” pungkasnya. [dny/suf]





