Bangkalan (beritajatim.com) – Aksi kekerasan yang terjadi di Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Minggu (4/6/2023) kemarin, membuat wilayah tersebut berstatus siaga. Pasalnya, ratusan personil gabungan dari TNI Polri disiagakan untuk mengamankan kawasan Tanah Merah.
Kapolsek Tanah Merah, AKP Eko Siswanto mengatakan sejak kemarin telah diturunkan satu kompi personil Brimob. Tak hanya itu, puluhan anggota TNI juga turun ke lapangan turut membantu mengamankan situasi di Tanah Merah. “Mulai kemarin sudah diturunkan anggota Brimob satu kompi. Lalu ada dari Branjangan, untuk jumlah pasti TNI nya saya kurang tau,” tuturnya, Senin (5/6/2023).
Ia mengatakan jumlah total personil yang disiagakan hingga hari ini sebanyak 170 personil gabungan TNI-Polri. Seluruh personil disiagakan di Kecamatan Tanah Merah untuk mengantisipasi adanya susulan. “Kalau total dengan opsnal itu ada 170 personil. Gabungan TNI-Polri,” imbuhnya.
Ia mengatakan, seluruh personil sejak kemarin melakukan patroli mengelilingi Kecamatan Tanah Merah, terutama Desa Tanah Merah Laok. Nantinya personil akan disiagakan di titik-titik yang membutuhkan pengamanan. “Untuk penyiagaannya ya nanti menyesuaikan saja. Sejak kemarin sore sudah patroli. Yang pasti terus siaga disini,” tegasnya.
Sebelumnya telah terjadi aksi penganiayaan yang mengakibatkan satu orang tewas dan 6 orang korban luka-luka. Para korban dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan dan rumah sakit di Surabaya. “Jumlah korbannya kami masih dalami lagi. Atas kejadian itu satu orang meninggal,” ujar Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya.[sar/kun]
BACA JUGA:






