Magetan (beritajatim.com) – Video viral berdurasi 1 menit 21 detik merekam kondisi tanaman di Taman Pesawat Maospati, kawasan Pasar Produk Unggulan (PPU) Magetan, Desa Malang, Kecamatan Maospati, Magetan. Tanaman dan penataan senilai Rp177 juta itu muspro.
Dalam video, pria yang merekam kondisi taman mempertanyakan pada Pemkab Magetan yang menanam dan seharusnya turut merawat taman. Kondisi tanaman di taman ada yang layu bahkan ada yang mering karena mati. Diketahui, beberapa minggu terakhir, kawasan Maospati tak turun hujan.
“Delengen ki taman wisatane PPU, tandurane nganti garing kabeh. Ngeneki sing tanggung jawab sopo, lagi ditandur ngene ki. Deloken, po mung dipurih koyone tok ae? Garing kabeh parah, koyok ngeneki tanggung jawabe sopo? (Lihatlah ini taman wisatanya PPU, tanamannya sampai kering semua. Seperti uni tanggung jawab siapa, baru ditanam lho ini. Lihatlah, apa hanya diambil anggarannya saja ini? Kering semua, parah. Seperti ini tanggung jawab siapa),” kata pria itu dalam video.
Pantauan beritajatim.com di Taman Pesawat Maospati di PPU Maospati, kondisi tanaman memang memprihatinkan. Tanaman bunga itu sebagian besar layu, bahkan ada yang sudah mati. Sebagian ada yang terkena hama cabuk.
Di dekat taman, ada papan proyek yang bertuliskan jika taman itu baru ditata pada tahun 2022 lalu. Dengan nilai proyek senilai Rp177 juta. Penggarapnya adalah CV Budi Luhur. Namun, bisa dipastikan dengan anggaran ratusan juta itu, tanaman tak hidup layak. Satu kera air di area taman bahkan mati, nyaris tak ada air yang mengalir. [fiq/kun]
BACA JUGA:






