Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan busana karya mahasiswa Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra Surabaya dipajang dalam pameran dan fashion show di Ciputra World Mall Surabaya, Sabtu (3/6/2023) malam.
Pagelaran busana ini mengusung isu-isu penting seperti persoalan limbah di dunia fashion, kemudian soal gender equality, dan isu lokal seperti wastra dan pelestarian budaya.
Dosen Fashion Product Design and Business sekaligus pembimbing tugas akhir, Yoanita Tahalele mengatakan bahwa mahasiswa merancang desain produk untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut.
“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan mahasiswa. Yakni konsep desain yang dapat menjawab tantangan dan permasalah yang ada, kreativitas dan inovasi desain serta sisi komersial atau bisnis dari produk yang diciptakan,” ujar Yoanita.
Yoanita menjelaskan, prodi Fashion Product Design and Business memang memiliki misi agar lulusan yang dihasilkan mampu menjadi venture creator serta value creator.
“Kami berharap bahwa kami mampu mendidik Mahasiswa agar dapat menciptakan peluang usaha baru. serta menggunakan pola pikir wirausaha di dalam menciptakan suatu nilai dan makna dalam lingkungan kerja mereka kelak,” jelasnya.
BACA JUGA:
Universitas Ciputra Surabaya Peringati Peristiwa Kekerasan Seksual Mei 1998
Audrey Gabriella, salah seorang mahasiswa pada gelaran ini mengangkat konsep sustainable fashion dengan memanfaatkan limbah kulit sisa produksi. Karya Audrey ini sebagai upaya menyelesaikan masalah yang dihadapi indstri kecil dan menengah di bidang aksesoris kulit.
Karya berjudul Rogn ini mengolah limbah leather dengan memakai teknik anyaman bermotif Houndstooth menjadi produk pakaian yang bernilai komersial tinggi. Teknik anyaman ini dipilih karena bersifat timeless dan tahan lama.
Ditambah lagi penggunaan material kulit dalam teknik anyaman ini dapat memanfaatkan material limbah dengan ukuran yang sangat kecil, sehingga diharapkan koleksi ini dapat menjadi solusi dalam pengurangan limbah kulit sisa produksi. [ipl/kun]






