Gresik (beritajatim.com) – Untuk menunjang pelayanan serta mempermudah investasi, DPM-PTSP Gresik membuka klinik khusus pengurusan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo menuturkan, fokus dari kehadiran Klinik Percepatan Investasi Daerah ini untuk memudahkan para pemohon izin SLF serta PBG. “Ada empat petugas masing-masing dari DPM-PTSP Gresik dan DCKPKP yang akan secara khusus menjelaskan ketentuan SLF dan PBG secara detail dan komprehensif,” tuturnya, Selasa (30/05/2023).
Diakuinya Agung Endro, selama ini masih banyak keluhan dari pelaku usaha mengenai kendala ketika mengajukan permohonan perizinan yang terkesan lama. Sehingga, membuat pelaku usaha masih merasa kesulitan ketika mengajukan persyaratan perizinan. Untuk itu, diharapkan hadirnya loket khusus permohonan izin SLF dan PBG ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses investasi melainkan juga dapat memangkas waktu pengurusan. “Harapannya seperti itu nanti para pemohon izin tidak kebingungan dalam melakukan pengurusan dokumen SLF dan PBG,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik dan semaksimal mungkin dengan launching klinik tersebut. Termasuk juga, pihaknya berupaya untuk menyederhanakan semua aturan-aturan administratif yang berlaku berdasarkan PP Nomor 16 tahun 2021. “Tidak hanya itu, di Klinik Investasi ini pelaku usaha juga akan didampingi dalam persiapan administrasinya, mulai dari 0 hingga tuntas. Sampai pelaku usaha memperoleh izin dan legalitas bagi usaha yang didirikannya,” imbuhnya.
“Saat ini kami sedang menyiapkan peraturan yang bertujuan untuk menyederhanakan persyaratan yang selama ini menjadi keluhan para pemohon. Tentu saja dengan tidak bertentangan dengan aturan yg ada. Terutama dalam hal izin pendirian bangunan yang berukuran sederhana,” pungkas dia.
Agung Endro juga menjelaskan sepanjang triwulan pertama 2023 DPM PTSP Kabupaten Gresik mencatat capaian investasi yang masuk mencapai Rp 10,8 Triliun. Besaran investasi yang masuk ke kota Santri pada awal tahun in melampaui target yang dicanangkan sebesar Rp 7,5 triliun.
BACA JUGA:
DPM-PTSP Pertemukan Pelaku Usaha Jatim-DIY, Langsung Buahkan Kontrak Bisnis
“Besarnya investasi yang masuk triwulan I pertama 2023 terbagi dua kategori. Untuk kategori Penanaman Modal Dalam Negeri Rp 1,9 triliun dan Penanaman Modal Asing Rp 8,8 triliun. Meski didominasi sektor tambang namun sektor lain seperti perumahan, pabrik dengan skala mikro hingga menengah maupun sektor ritel,” pungkasnya. [dny/kun]






