Gresik (beritajatim.com) – Kantor Kemenag Gresik meminta kepada seluruh jamaah haji supaya mengecek barang bawaannya sebelum berangkat ke tanah suci. Himbauan ini dimaksudkan karena banyak sekali kasus barang tertinggal seperti paspor. Meski demikian, hingga kini belum ada jamaah yang gagal berangkat.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Gresik, Lulus menuturkan, terkait dengan itu pihaknya kembali melakukan komunikasi dengan para calon jamaah haji (CJH) sebelum berangkat agar jamaah mempersiapkan perbelakan dengan matang. Terutama dokumen penunjang untuk ibadah haji.
“Kami sudah melakukan breafing sebelum keberangkatan melalui daring. Untuk para petugas agar teliti melalukan pengecekan bus sebelum ditinggalkan oleh jamaah,” tuturnya, Senin (29/05/2023).
Tahun 2023 ini terdapat 2.065 jamaah haji yang berangkat ke tanah suci. Jumlah itu terbagi menjadi 10 kloter keberangkatan. Saat ini baru ada satu kloter yang sudah berangkat pada 26 Mei lalu.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/ragam/menag-lepas-penerbangan-perdana-jemaah-haji-dari-bandara-kertajati/
Pada pemberangkatan pertama lanjut Lulus, tidak ada jamaah asal Gresik yang dinyatakan gagal berangkat. Sebanyak 445 jamaah yang berangkat di kloter pertama telah sampai di Arab Saudi. “Yang gagal berangkat tidak ada. Untuk itu, jamaah yang tergabung di sembilan kloter berikutnya, dihimbau untuk memeriksa barang bawaannya terutama dokumen haji,” ungkapnya.
Untuk keberangkatan berikutnya akan dilakukan pada 6 Juni dengan jumlah 57 jamaah. Sebelum berangkat, para jamaah di hari sebelumnya akan mengumpulkan koper besar di titik keberangkatan masing-masing. “Sebelum menyerahkan koper ini juga perlu diperiksa supaya tidak ada barang yang tertinggal,” kata Lulus.
Para jamaah itu keberangkatannya terbagi menjadi 10 kloter. Mulai 26 Mei hingga 21 Juni. Kemudian kepulangannya nanti mulai 8 Juli sampai 3 Agustus 2023. [dny/kun]






