Lamongan (beritajatim.com) – Manajemen Persela Lamongan resmi memboyong Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih baru tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, per tanggal 26 Mei 2023. Dia menggantikan pelatih sebelumnya, Budiardjo Thalib.
Perihal kepastian pelatih baru Persela itu berdasarkan postingan yang diunggah oleh Djadjang Nurdjaman di akun instagram pribadi miliknya, djanur_16. Di postingan itu tampak foto dirinya bersama Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal. Keduanya memegang dokumen yang berlogo Persela Lamongan. Caption bertuliskan ‘Bismillah semoga barokah’.
Selain itu, kepastian kursi pelatih itu juga dipertegas oleh akun resmi Persela Lamongan, perselafc, yang juga menampilkan foto Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, dengan tulisan ‘bener lur! Coach djanur_16 mendarat siang ini di Lamongan. Coach Djanur akan menukangi Persela musim ini lur! Mari bangkit bersama Coach!’.
Dalam kesempatan ini, Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal saat dikonfirmasi pun membenarkan kabar kedatangan Coach Djanur yang bakal menukangi Persela di Liga 2 untuk musim 2023-2024 mendatang.
“Ya benar,” jawab Fariz singkat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun beritajatim.com dari berbagai sumber, Djadjang Nurdjaman atau Djanur ini merupakan legenda Persib Bandung. Pria berusia 58 tahun itu pernah mengantarkan Persib jadi juara di Liga 1 dan meraih trofi Piala Presiden, sebelum kontraknya berakhir pada 2017 lalu.
https://beritajatim.com/olahraga/persela-lamongan-dapat-enam-pemain-baru-ini-profilnya/
Dengan kehadiran Djanur sebagai nakhoda baru Persela Lamongan, tentu diharapkan dirinya mampu menaklukan Liga 2 dan menuntaskan misi Persela untuk kembali naik kasta di Liga 1.
Selain Persib, sebelumnya pria kelahiran Majalengka yang berlisensi Pro UEFA itu juga pernah menjadi pelatih di beberapa klub ternama seperti Pelita Jaya, PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Barito Putera, dan Persikabo 1973.
Saat Djanur melatih PSMS Medan, dia hanya mampu bertahan selama semusim saja. Begitupun saat dia menukangi Persebaya, Barito Putera dan Persikabo 1973.
Bahkan saat menukangi Laskar Padjajaran, julukan Persikabo 1973, pada Liga 1 musim lalu, Djanur hanya memainkan 20 laga. Catatannya memang tak sebaik saat dia menakhodai Persib. Pelatih ini kerap menerapkan formasi 4-3-3 Defending pada klub yang ditanganinya. [riq/but]







