Jember (beritajatim.com) – Komisi A DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, heran alun-alun selalu diperbaiki setiap kali terjadi pergantian bupati. Seharusnya ini tidak perlu terjadi.
“Kita selalu melihat (wajah) alun-alun ini berganti di setiap era bupati (yang berbeda). Beberapa kali pasti ada rehab alun-alun. Saya juga bertanya-tanya. Seharusnya pembangunannnya bisa bersifat jangka panjang. Apalagi dananya besar,” kata Ketua Komisi A Tabroni, ditulis Sabtu (27/5/2023).
Tabroni mengakui jika alun-alun adalah wajah Kabupaten Jember. “Orang masuk ke Jember pertama kali ya lihat alun-alun itu sebagai pusat kegiatan. Jadi dia memang harus baik, indah, dan menarik. Perlu ditunjukkan sosok Jember ini,” katanya.
“Tapi tidak boleh juga anggaram yang digunakan tidak dihitung secara cermat, agar tidak sekadar menghambur-hamburkan uang. Catatannya: seharusnya (pembangunan alun-alun) direncanakan matang. Tidak setiap tahun atau setiap periode dilakukan rehab alun-alun,” kata Tabroni.
Setiap organisasi perangkat daerah membidangi pembangunan masing-masing sektor. “Perencanaan matangnya harus ada di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Lima tahun jadi bupati ngapain,” kata Tabroni.
“Substansi rehab alun-alun ini apa? Apakah harus segera direhab atau belum perlu. Kajian ini belum pernah dibuka. Komisi A ingin memanggil Dinas Cipta Karya untuk tahu mengapa harus dilakukan rehab itu. Harus ada penjelasan, soal sisi mana yang direhab dan kenapa hampir satu dua tahun ada rehab. Tidak pernah panjang (usianya),” kata Tabroni.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk memperbaiki alun-alun dan trotoar di jalan protokol. Alun-alun akan mulai ditutup total pada 25 Mei – akhir Juli 2023.
Rinciannya, Rp 7,2 miliar untuk perbaikan alun-alun dan sejumlah Rp 8 miliar untuk perbaikan trotoar. Namun nominal perbaikan anggaran alun-alun itu bisa turun sesuai hasil lelang dan nilai kontrak. Lelang perbaikan alun-alun sudah memasuki masa sanggah dan perbaikan trotoar sudah kontrak.
Pemkab Jember memperbaiki lintasan joging (jogging track), trotoar, dan sarana olahraga di alun-alun. “Lapangan basket kami pindah ke barat, digabung dengan lapangan bola voli. Kami juga akan membuat panggung di sebelah timur. Sementara pekerjaannya empat ruang lingkup itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember Rahman Anda.
Bagaimana dengan lapangan rumput? “Tidak ada, tapi nanti kami akan tetap perbaiki,” kata Rahman.
Sementara itu, perbaikan trotoar dilakukan mulai ruas Jalan Gajah Mada di depan KFC (Kentucky Fried Chicken) hingga Jompo. “Lalu, ruas Jalan Sultan Agung, mulai Jompo hingga Masjid Al-Baitul Amien,” kata Rahman Anda, Sabtu (20/5/2023).
Tabroni mengatakan, belum tahu apa saja yang akan dilakukan Dinas Cipta Karya. “Saya butuh melihat RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) Cipta Karya dan itemnya, termasuk alun-alun,” katanya.
Tabroni berharap ke depan ada cetak biru tampilan alun-alun. “Alun-alun harus menunjukkan tampilan Jember yang khas, yang berkarakter lokal. Kita memang butuh anggaran besar untuk membuat penampilan berbeda dengan kabupaten lain. Tapi tentunya materinya untuk jangka panjang sekalian. Bukan hanya rehab rehab rehab yang tak butuh dana besar,” katanya. [wir]






