Jember (beritajatim.com) – Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan jemaah calon haji agar tidak banyak memikirkan hal-hal lain di luar ibadah.
“Jaga kesehatan. Makan makanan yang mendukung kesehatan dan menjaga stamina. Saya juga sarankan kepada jemaah haji untuk terus berusaha menguatkan fisik dengan berjalan-jalan setiap pagi,” kata Sruji, ditulis Minggu (4/6/2023).
Bukan hanya fisik yang perlu disiapkan, tapi juga mentalitas. “Perlu penguatan mentalitas karena ini penting. Setiap mengisi manasik haji, saya sampaikan, tidak usah memikirkan hal-hal yang tak perlu. Kadang jemaah haji di desa yang dipikirkan adalah selametan dan oleh-oleh. Ini akan berdampak terhadap kesehatan,” kata Sruji.
“Saya sampaikan, selametan memang seharusnya untuk meminta doa. Tapi disesuaikan dengan kemampuan. Termasuk oleh-oleh, itu bentuk apresiasi kepada saudara dan tetangga. Tapi itu juga perlu disesuaikan dengan kemampuan. Ini jadi problem yang banyak menyebabkan mereka sakit,” kata Sruji.
Padahal, para jemaah calon haji hendaknya terus beusaha belajar dan memahami manasik haji. “Kita latihan mandiri di rumah masing-masing,” kata Sruji.
Sebanyak 2.282 orang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan berangkat ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah ibadah haji tahun ini. Mereka ditempatkan di Kloter 55, 56, dan 57 yang berangkat ke Surabaya pada 13 Juni 2023. Sementara jemaah di Kloter 66, 67, 68, 69 masuk ke Asrama Haji di Surabaya pada 17 Juni 2023 dan berangkat ke Jeddah pada 18 Juni 2023.
Keberangkatan jemaah di enam kloter ini akan dibagi di sejumlah titik. Lokasi titik kumpul di KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) masing-masing kecamatan. “Tanggal 13 Juni jam satu dini hari, berkumpul di Balai Serba Guna. Kemudian jam dua harus ditarik ke pendapa, karena akan dilepas bupati di pendapa dan akan masuk Asrama Haji Sukolilo pada pukul delapan pagi. Salat subuh di Masjid Agung Surabaya,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jember Achmad Musoddaq. [wir]






