Gresik (beritajatim.com) – Kasus curanmor di wilayah hukum Polres Gresik kembali marak. Selama akhir pekan lalu, setidaknya tiga motor amblas di beberapa lokasi berbeda. Salah satunya di kawasan jalan Raya Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah. Gerak gerik pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV. Bahkan, aksi tersebut dilakukan secara berkomplotan.
“Berjalan menuju motor saya yang terparkir di teras konter handphone. Saat itu, motor sudah kunci setir,” ujar korban Rochmaudina Mery Amila, Minggu (21/05/2023).
Sialnya perempuan 23 tahun itu baru sadar motor Honda Scoopy nopol W 6808 CZ miliknya amblas. Aksi pencurian terekam kamera CCTV, pelaku berkacamata itu terlihat turun dari mobil Daihatsu Sigra H 9134 QD sebelum menggasak motor korban. “Pelakunya langsung tancap gas melarikan diri, diikuti laju mobil komplotannya yang berjalan dibelakangnya,” ungkap Mery Amila.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/bandit-curanmor-teror-rungkut-motor-hilang-saat-ditinggal-sholat-ashar/
Terkait dengan kejadian ini Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah Aipda Yudi Setiawan pun membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga telah mendatangi TKP untuk mencari bukti dan petunjuk tambahan lainnya. “Saat ini masih dalam penyelidikan, mohon waktu untuk proses lebih lanjut,” katanya.
Peristiwa serupa juga terjadi di tempat bimbingan belajar (bimbel) kawasan Desa Randuagung Kecamatan Kebomas. Sialnya, maling berhasil menggasak dua sepeda motor sekaligus.
Masing-masing Honda Beat W 2892 E milik Dina Eka Apriliawati dan Honda Scoopy hitam nopol W 2827 CQ milik M. Ivan. “Saat parkir ada 4-5 motor yang terparkir. Setelah selesai bimbingan sekitar pukul 18.00 WIB, motor sudah tidak ada,” ujar Dina.
Pemudi 19 tahun itu mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib. Berharap agar motor kesayangan bisa kembali. “Kalau bisa pelakunya segera tertangkap dan bila tertangkap bisa diberikan efek jera kepada pelaku,” pungkas Dina. [dny/kun]






