Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk memperbaiki alun-alun dan trotoar di jalan protokol. Alun-alun akan mulai ditutup total pada 25 Mei – akhir Juli 2023.
Rinciannya, Rp 7,2 miliar untuk perbaikan alun-alun dan sejumlah Rp 8 miliar untuk perbaikan trotoar. Namun nominal perbaikan anggaran alun-alun itu bisa turun sesuai hasil lelang dan nilai kontrak. Lelang perbaikan alun-alun sudah memasuki masa sanggah dan perbaikan trotoar sudah kontrak.
“Perbaikan trotoar mulai ruas Jalan Gajah Mada di depan KFC (Kentucky Fried Chicken) hingga Jompo. Lalu, ruas Jalan Sultan Agung, mulai Jompo hingga Masjid Al-Baitul Amien,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember Rahman Anda, Sabtu (20/5/2023).
Pemkab Jember memperbaiki lintasan joging (jogging track), trotoar, dan sarana olahraga di alun-alun. “Lapangan basket kami pindah ke barat, digabung dengan lapangan bola voli. Kami juga akan membuat panggung di sebelah timur. Sementara pekerjaannya empat ruang lingkup itu,” kata Rahman.
Bagaimana dengan lapangan rumput? “Tidak ada, tapi nanti kami akan tetap perbaiki,” kata Rahman.
Rahman sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jember dan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jember untuk merekayasa lalu lintas untuk melancarkan pelaksanaan perbaikan. “Rencananya pedagang kaki lima kami relokasi. Tempatnya mungkin sementara di Jalan Kartini,” kata Rahman.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Edy Budi Susilo menambahkan, 248 orang pedagang kaki lima makanan dan minuman, pedagang kaki lima mainan, dan pedagang kopi keliling akan diatur sedemikian rupa. “Yang penting tidak masuk ke badan jalan,” katanya.
Mereka akan ditempatkan di di depan masjid Jamik dan di sekitar SMKN 4 Jember di Jalan Kartini. Sosialisasi sudah dilaksanakan. “Tinggal menunggu eksekusi. Begitu Kepala Dinas Cipta Karya bilang ‘go’, berangkat. Tetap ada (pembatasan) jam operasional. Operasionalnya jam tiga sore sampai satu dini hari. Rombong dibawa pulang. Jam empat sore mereka mulai tata-tata,” kata Edy.
Penataan ini menggeser lokasi parkir di depan masjid Jamik Al-Baitul Amien ke Jalan Sudarman depan kantor Pemkab Jember. “Dengan demikian arus lalu lintas tetap lancar,” kata Edy. [wir]






