Bangkalan (beritajatim.com) – Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD) Kabupaten Bangkalan, Madura. Memanggil sejumlah pihak di Pendopo Agung setempat, lantaran salah satu Calon Kapala Desa (Cakades) yakni dari Desa Banyuning Laok masih tak menyepakati hasil penghitungan suara.
Pemanggilan ini diikuti oleh sejumlah pendukung Cakades yang terlibat dalam gugatan tersebut. Tak hanya ikut mengawal hingga tiba di pendopo, para pendukung ternyata membawa belasan senjata tajam jenis parang yang disimpan di dalam mobil.
Mengetahui hal itu, pihak kepolisian melakukan razia pada sejumlah mobil yang terparkir di depan Pendopo. Alhasil sejumlah sajam diamankan beserta 10 orang pemiliknya.
“Kami lakukan razia dan petugas menemukan sejumlah sajam dari beberapa mobil. Selain itu juga ada 10 orang yang kami amankan,” ujar Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, Selasa (16/7/2023).
Bangkit juga mengatakan, pihaknya masih mendalami adanya penemuan sajam tersebut. Bahkan masih belum menetapkan tersangka dari kepemilikan senjata tajam itu.
“Kami masih dalami dulu nanti hasil penyelidikannya seperti apa baru akan ada penetapan tersangka,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/selisih-paham-ponakan-dan-paman-carok-di-thp-kenjeran/
Sekedar diketahui, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Bangkalan berjalan dengan aman dan lancar, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jendral TNI Farid Makruf hadir langsung melakukan pemantauan di sejumlah TPS, Kamis (10/5/2023) kemarin.
Dari hasil pantauan di lapangan, ia menilai, sejauh ini kondisi Pilkades di Bangkalan cukup aman. Antusias masyarakat untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi tingkat desa ini cukup tinggi.
“Alhamdulillah, dari sejumlah tempat yang kami kunjungi semuanya berjalan aman dan lancar. Kami juga melihat, antusias masyarakat juga cukup tinggi untuk datang mencoblos ke TPS,” kata Pangdam V Brawijaya. [sar/but]






