Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menghadiri acara halal bi halal Paguyuban Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo) yang bertempat di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Minggu (14/5) kemarin.
Kebetulan setelah lama tidak diadakan, karena adanya pandemi Covid-19 beberapa waktu yang lalu, yang menjadi tuan rumah pada halal bi halal kali ini adalah Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo).
“Terimakasih kepada panitia dari Pawargo yang mengadakan halal bi halal. Halal bi halal Pawitandirogo ini sudah sejak dulu ada, akan tetapi stuck karena pandemi Covid-19, akhirnya kini diadakan lagi. Kebetulan Ponorogo mendapatkan sampur, Pawargo yang menjadi tuan rumahnya,” kata Bupati Sugiri Sancoko, ditulis Senin (15/05/2023).
Bupati berharap paguyuban yang dibentuk dari penduduk yang berasal dari eks-Karesidenan Madiun dan bermigrasi ke sejumlah daerah di Indonesia itu, bisa melakukan aksi kongkrit untuk menterjemahkan keinginan rakyat di tempat asalnya.
“Siapapun yang mempunyai ruang dan waktu dan diberi kelebihan kekuasaan, bisa berbuat yang kongkrit kepada kabupaten/kota yang telah melahirkannya. Maka dengan begitu, Pawitandirogo akan joss,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kang Giri sapaan karib Sugiri Sancoko berkeinginan supaya adanya sinergitas pembangunan di wilayah Pawitandirogo. Tentu Ia optimis dengan sinergitas itu, akan berdampak besar pada antar daerah di wilayah Pawitandirogo. Potensi-potensi ekonomi nantinya akan tergali dan endingnya tentu untuk kesejahteraan masyarakat.
“Diharapkan ada program yang riil dari Pawitandirogo untuk ke depannya,” pungkas Bupati Sugiri Sancoko.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/pdip-ponorogo-optimistis-raih-13-kursi-di-dprd/
Sementara itu, Ketua Pawargo Susiwijono Moegiarso mengungkapkan bahwa sebelum acara halal bi halal ini, para anggota Pawitandirogo sudah melakukan diskusi. Materi diskusinya pun untuk membangun kawasan Pawitandirogo. Menurutnya, antar kabupaten/kota di wilayah Pawitandirogo itu, tidak untuk berkompetisi, namun lebih kepada bersinergi.
“Apa yang menjadi tantangan di daerah asal kita diskusikan. Kemudian, akan dilakukan pertemuan lagi, rencananya akan dilakukan di Madiun. Pertemuan itu untuk merumuskan program yang lebih kongkrit untuk daerah-daerah di Pawitandirogo,” kata Susiwijono yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini.
Selama ini wilayah di eks- Karesidenan Madiun potensinya banyak, namun belum bisa tergali dengan baik. Dengan program pembangunan yang kongkrit dan saling melengkapi, dari inisiasi Pawitandirogo ini, diharapkan wilayah Mataraman ini bisa menjadi pusat ekonomi tersendiri. Dia mencontohkan bidangn pariwisata tidak hanya berada di satu titik saja. Dari Ponorogo, bisa ke Sarangan lanjut ke Madiun maupun ke Pacitan atau ngawi. Hal tersebut nantinya bisa diintegrasikan.
“Potensi yang ada tidak bisa sendiri-sendiri, harus saling bersinergi. Tidak ada persaingan tetapi saling melengkapi,” pungkas Susiwijono Moegiarso. (ADV/End)






