Mojokerto (beritajatim.com) – Achmad Lutfi Rahmadani dan Muhammad Mahbubulloh menjadi dua bakal calon legislatif (bacaleg) milenial potensial pada Pemilihan Legislatif (Caleg) 2024. Keduanya merupakan bacaleg milenial potensial yang dimiliki Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto.
Bersama 48 orang bacaleg PKB, keduanya berangkat ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (13/5/2023) kemarin. Ini lantaran DPC PKB Kabupaten Mojokerto mengajukan bacaleg partai dengan logo bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang di hari ke-13.
Achmad Lutfi Rahmadani merupakan bacaleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yakni Kecamatan Kutorejo, Dlanggu, Bangsal dan Mojoanyar. Sementara Muhammad Mahbubulloh merupakan bacaleg dari Dapil II yakni Kecamatan Jatirejo, Gondang, Pacet dan Trawas.
BACA JUGA:
PKB Bawa Vespa, Gerindra Pakai Udeg dan Selempang
Achmad Lutfi Rahmadani mengatakan, maju sebagai calon wakil rakyat melalui PKB bukan tanpa alasan. “PKB ini kan mayoritas warga Nahdliyin. PKB pendirinya Gus Dur, saya melihat ulama khususnya di dapil saya masih hijau, masih banyak keluarga yang Nahdliyin. Kenapa saya maju lewat PKB? Karena di PKB banyak kader potensial,” ungkapnya.
Menurutnya, di PKB banyak kader potensial yang merupakan warga Nadhlatul Ulama (NU). Selain itu, Doni (panggilan akrab, red) sebelumnya merupakan mantan Ketua Ansor sehingga target di partai dengan Ketua Umum Muhaimin Iskandar tersebut cukup besar.
“Karena banyak orang NU khususnya di dapil saya. Harapan saya, maju sebagai bacaleg melalui PKB karena saya ingin meningkatkan, satu keolahragaan. Kebetulan saya di PSSI sebagai Wakil Ketua PSSI Kabupaten Mojokerto. Kedua untuk kesejahteraan para petani, UMKM, seni budaya dan pendidikan khususnya kesejahteraan para gurunya,” katanya.
BACA JUGA:
50 Caleg PKB Jember Dibaiat dan Cium Tiga Bendera
Warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini mengaku menjadi kader baru sehingga tidak menjanjikan janji politik. Namun ia ingin membuktikan kepada generasi muda untuk berani masuk ke dunia politik karena ia melihat politik menyenangkan.
Hal yang sama diakui Muhammad Mahbubulloh. “Karena saya sebagai santri harus nderek (ikut) kepada kyai. PKB saya anggap sebagai perwujudan dari itu, banyak kyai yang memilih PKB. Sehingga saya sebagai santri juga harus ikut beliau-beliau. Bagaimana bisa membawa umat-umat kepada kemasyalatan,” ujarnya.
Ia maju sebagai bacaleg dari PKB dari dapil yang mayoritas pertanian, perkebunan dan kehutanan sehingga ia lebih condong kepada kesejahteraan para petani. Ia berharap bisa menjadi wakil kaum petani dan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan.
BACA JUGA:
Dapat ‘Bisikan dari Langit’, PKB Incar 16 Kursi DPRD Kabupaten Malang
“Yang pasti juga, saya sebagai santri yang kemarin ada bahasa santri milenial itu, saya berusaha untuk bisa mewakili itu juga. Bagaimana bisa memberikan wawasan dan keberanian untuk santri-santri di masa yang akan datang, bahwa menjadi bagian dari politik itu penting untuk kemajuan,” urainya.
Ia menambahkan, sebagai seorang santri tidak boleh minder jika ingin masuk ke dunia politik. Dengan melalui dunia politik, menurutnya santri bisa mewakili seluruh bagian dari seluruh elemen pesantren. Sebagai bacaleg dari PKB, ia pun mempunyai misi bekerja bersama untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
“Misi saya memperjuangan aspirasi di bidang pertanian, peternakan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, insfratruktur, seni budaya dan pelestarian lingkungan hidup,” tegasnya. [tin/suf]
![Ini Dua Bacaleg Milenial PKB Asal Kabupaten Mojokerto Dua bacaleg milenia potensial DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Achmad Lutfi Rahmadani dan Muhammad Mahbubulloh. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG_20230514_114856_alyxrd4v2t-1024x768.jpeg)





