Gresik (beritajatim.com) – Dari ratusan desa yang tersebar di Kabupaten Gresik, ada nama Desa Dampaan, Kecamatan Cerme, yang diambil dari perseteruan dua orang pendekar. Konon, sebelum nama desa itu muncul karena ada seorang pendekar yang merantau sampai ke suatu wilayah. Kemudian, ada pertarungan dengan pendekar lain yang akhirnya bersatu menjadi keluarga.
Menurut Su’udin (49) warga setempat menceritakan kedua pendekar itu merupakan laki-laki dan perempuan. Mereka melakukan pertarungan berulangkali, namun seimbang. Akhirnya mereka memilih untuk menjadi pasangan suami istri dan menetap disana.
“Dampak dari pertarungan ini, akhirnya mereka tinggal di wilayah itu, dan berkembang menjadi pemukiman. Karena itu, nama desa dinamakan Dampaan yang berasal dari dampak pertarungan itu,” ujarnya, Sabtu (13/05/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/gaya-hidup/klenteng-kim-hin-kiong-gresik-berusia-870-tahun-salah-satu-tertua-di-indonesia/
Desa Dampaan sendiri berada di Kecamatan Cerme dan berbatasan dengan Kecamatan Benjeng. Namun, kisah kedua pendekar itu tidak bahagia. Keduanya kembali mengalami persteruan hingga membuat keduanya pisah. “Pendekar yang pergi laki-laki. Sementara yang perempuan menetap di Dampaan,” ungkap Su’udin.
Hingga saat ini, masyarakat Desa Dampaan meyakini apabila pendekar perempuan itu masih menjaga desa hingga saat ini. Orang Jawa menyebut danyang desa atau roh halus yang menjaga daerahnya. “Cerita itu sampai sekarang diyakini masyarakat turun-temurun mengenai asal mula Desa Dampaan,” kata Su’udin.
Legenda desanya itu lanjut dia, diharapkan tetap dilestarikan oleh anak muda. Bagaimanapun juga meski jaman sudah berubah. Budaya desa tetap jangan sampai hilang, atau bahkan sampai punah. [dny/kun]






