Lamongan (beritajatim.com) – Motif pembacokan yang dialami oleh kakek berusia 72 tahun di Lamongan kini terungkap. Diketahui, pelaku tega menghujani bacokan dengan clurit lantaran diduga geram adik iparnya digoda korban.
Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, seorang kakek di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan yang bersimbah darah usai dihujani bacokan oleh tetangganya sendiri itu bernama Kardi (72), seorang Petani, asal Dusun Suwaloh, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk.
Sedangkan pelakunya bernama Sumiran (61), seorang petani yang ternyata masih tetangga korban sendiri. Beruntung, kakek yang dibacok tersebut berhasil selamat usai mendapat perawatan medis dari Puskesmas setempat.
Kapolsek Bluluk, IPTU Sudibyo, didampingi Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Anton Krisbiantoro mengungkapkan bahwa saat ini korban masih berada di Puskesmas Bluluk. Kesehatan korban juga belum bisa pulih lantaran menerima sabetan clurit atau sabit di bagian kepalanya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/kakek-di-bluluk-lamongan-dihujani-sabetan-clurit-tetangga-untungnya-selamat/
“Korban belum kita mintai keterangan. Biar kesehatannya pulih betul. Soal apa yang melatarbelakangi pelaku melakukan pembacokan, informasinya karena korban dituduh sering menggoda adik ipar. Secara detail masih dalam pemeriksaan,” kata Sudibyo, Selasa malam (2/5/2023).
Sudibyo menegaskan bahwa pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana kekerasan dan penganiayaan. Pelaku saat ini telah berhasil diringkus oleh pihak kepolisian dan digelandang ke sel tahanan Mapolsek Bluluk. “Pelaku saat ini mendekam di balik sel tahanan Polsek Bluluk untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tandasnya.
Mengenai kronologi tindak pidana ini, Sudibyo menjelaskan, berawal pada sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa tanggal 2 April 2023. Kala itu, korban yang masih sibuk mencari rumput untuk pakan ternaknya tiba-tiba didatangi oleh pelaku.
Pelaku yang datang dari arah timur itu dipenuhi amarah dan memburu korban. Pelaku sempat melontarkan kata-kata ‘Hey, Asu’, sejenak sebelum menghujani korban dengan sabetan clurit ke arah kepala korban secara membabi buta.
“Pelaku berkata Hey Asu kepada korban. Pelaku kemudian menghujani korban dengan sebilah clurit yang ia bawa hingga mengenai bagian atas kepala korban,” beber Sudibyo.
Menerima sabetan dari pelaku, Sudibyo menuturkan bahwa korban yang mengalami luka pun langsung berlari dari kejaran pelaku. Dia berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Tempat kejadian perkaranya (TKP) di Pinggir Jalan Dusun Suwaloh, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Lamongan. Korban meminta pertolongan kepada warga yang kemudian dilarikan ke Puskesmas Bluluk oleh Nur Hakim (50), yang masih saudara ipar korban,” terangnya.
Peristiwa pembacokan ini sempat membuat geger warga setempat. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Bluluk dan segera ditindaklanjuti oleh para petugas yang berjaga, dengan mendatangi TKP secara langsung. “Petugas kepolisian mendatangi TKP, mencatat keterangan dari para saksi dan memintakan VER luka. Petugas juga berhasil mengamankan 1 (satu) benda tajam berupa clurit dari tangan pelaku,” pungkasnya.[riq/kun]






